Muh. Syakir : Sabtu, 22 Mei 2021 07:59
Akun Sandabunga yang dilaporkan menebar hate speech.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Polres Tator kembali didesak mengusut pemilik akun anonim Sandabunga. Akun ini dilaporkan sejumlah warganet karena kerapkali menebar ujaran kebencian dan fitnah.

Toto Balalembang, salah satu korban bully Sandabunga menyesalkan belum adanya respons serius dari kepolisian. Ia menuturkan, dirinya menjadi korban fitnah di media sosial. Akun Sandabunga menebar opini yang menyerang pribadinya.

"Saya sudah laporkan ke polisi tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Saya juga heran kok akun ini sulit sekali dilacak," terang Toto, Sabtu (22/5/2021).

Padahal menurutnya, sudah banyak orang yang menjadi korban fitnah Sandabunga di medsos. Sandabunga kata Toto, begitu bebas menyebar kebencian.

"Semua orang yang tidak sejalan dengannya dia serang di medsos. Dia begitu bebas menghakimi orang. Seolah olah dia itulah yang menentukan salah dan benar," ujar Toto.

Via pesan Whatsapp, Toto menuliskan keluhannya.

"Hingga saat ini belum ada pemberitahuan ke saya sampai di mana prosesnya.

Polisi sepertinya menemui jalan buntu menelisik siapa di belakang akun Sandabunga. Laporan saya lakukan terhadap akun Sandabunga ini bukan pertama kali saja ditangani pihak kepolisian. Tapi sudah berulang kali. Tapi sepertinya pihak kepolisian menemui kesulitan memukan siapa di balik akun anonim Sandabunga," tulis Toto.

Kata Toto, kepolisian seharusnya bertindak lebih maksimal lagi untuk menemukan siapa yang jadi pengendali akun Sandabunga tersebut.

"Akun ini tidak bisa dibiarkan berbuat semaunya saja. Berbahaya bila masyarakat selalu terbawa opini yang ia lakukan. Akun Sandabunga ini bisa berbuat sekehendak hatinya. Apakah itu benar atau salah hanya akun tersebut yang mnentukannya. Saya berharap pihak kepolisian segera menghentikan sepak terjangnya di media sosial. Sangat berbahaya apabila akun akun anonim ini dibiarkan berbuat sekehendak hati atau dengan kata lain sesuai yang memberi orderan," tuturnya.

Toto menyebutkan, akun Sandabunga sepertinya memang dibuat untuk mengacau. Akun ini dipakai sebagai wadah untuk menyerang orang. Kemungkinan akun ini bisa dibayar sesuai kepentingan pemesan.

"Kalau tidak sepaham dia bully semaunya. Negara ini ada aturannya. Akun seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Saya juga berharap admin-admin grub d media sosial lebih bijak terhadap akun anonim Sandabunga ini," tulisnya lagi.

Menurut Toto, seharusnya polisi bisa membongkar siapa pengendali akun ini.

"Kepolisian kan punya teknologi yang canggih. Masa kalah sama akun anonim. Negara tidak boleh kalah dengan akun akun penyebar fitnah," imbuhnya.