Kamis, 27 Mei 2021 16:48

Agung Sucipto Ajukan JC, Janji Bongkar Keterlibatan Kontraktor Lain

Pengacara Agung Sucipto, M Nursal.
Pengacara Agung Sucipto, M Nursal.

Ketua Majelis Hakim kemudian mempersilahkan tim pengacara Agung yang berada di Ruang Sidang Dr Harifin Tumpa untuk membawa permohonan JC tersebut secara tertulis.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Terdakwa Suap Proyek Infrastruktur Sulsel Agung Sucipto belakangan mengajukan permohonan Justice Collaborator (JC) pada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar.

Agung yang tidak lain merupakan oknum kontraktor yang tertangkap tangan memberikan uang suap pada Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, sesaat setelah sidang dibuka langsung mengajukan permohonan JC pada Majelis hakim.

"Izin yang mulia bila diperkenankan saya ingin mengajukan diri sebagai JC. Justice Collaborator," ujarnya melalui sambungan daring di Lapas Klas I A Makassar, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga

Hal ini lantas ditanggapi Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino. Dia kemudian mempersilahkan tim pengacara Agung yang berada di Ruang Sidang Dr Harifin Tumpa untuk membawa permohonan JC tersebut secara tertulis.

Dikonfirmasi terkait permohonan JC tersebut, salah seorang Pengacara Agung, M Nursal saat dikonfirmasi saat sidang diskors pada pukul 12.00 wita, mengatakan permohonan JC Agung Sucipto itu didasarkan beberapa alasan.

"Pertama itu terdakwa selama ini sudah kooperatif, kedua terdakwa akan bekerja sama dengan penegak hukum dan ketiga terdakwa bukan merupakan pelaku utama," tukasnya.

Dia mengatakan, dalam kasus ini bukan hanya Agung saja yang melakukan hal yang sama (suap), ada banyak lagi pelaku yang melakukan itu.

Olehnya dengan menjadi JC Nursal mengaku Agung kedepan akan bekerja sama dengan penegak hukum, utamanya KPK.

"Makanya kita tunggu saja ke depan bagaimana. Karena memang bukan cuma Agung yang melakukan itu (suap). Ada banyak lagi yang nantinya akan muncul," pungkasnya.

Benar saja, apa yang disebut Nursal tersebut perlahan mulai terkuak. Saksi-saksi dari Tim Pokja dalam sidang lanjutan siang tadi akhirnya membeberkan siapa saja yang memberi suap.

Sari Pudjiastuti bahkan ketika dicecar pertanyaan oleh KPK, tak menampik, dalam sebuah pertemuannya di Rumah Pribadi Nurdin di Perumahan Dosen, jalan Perintis Kemerdekaan. Sari justru diberikan nama-nama serta nomor telepon para kontraktor untuk dimenangkan.

"Iya pak, saya diminta menghadap di rumah pribadinya. Ada nama-nama yang dititip bapak (Nurdin Abdullah). Saya juga dikasih nomer telepon," ujarnya.

Tak hanya itu saja, Sari juga tak bisa membantah, dirinya menerima sejumlah uang dari para pengerja proyek tersebut untuk dibagikan pada para anggota Pokja. Masing-masing dari H Indar Rp50 juta, Kemal Rp50 juta, H momo Rp35 juta, dan Agung Sucipto 25 juta.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Agung Sucipto #Pengadilan Negeri Makassar #Justice Colaborator
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer