Rabu, 02 Juni 2021 12:03

Pandemi Berkepanjangan, Penduduk Miskin Bisa Bertambah 2 Juta dalam 6 Bulan

Kemiskinan yang menghantui karena berkepanjangannya pandemi. (ilustrasi. Int)
Kemiskinan yang menghantui karena berkepanjangannya pandemi. (ilustrasi. Int)

Jika sampai akhir 2021 pandemi masih berlangsung, akan memicu pertambahan penduduk miskin yang cukup besar. Bisa sampai 2 juta orang.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Para peneliti sosial melihat ledakan pengangguran baru tak bisa dicegah. Ini juga akan diikuti oleh angka penduduk miskin yang tumbuh di atas rata rata dalam 6 bulan ke depan.

"Kemiskinan dan pengangguran itu akan naik secara linear. Dalam 5 tahun ini gtafiknya naik. Tapi pertumbuhan kali ini lebih besar. Efek dari resesi dan gagalnya pemerintah mempertahankan daya serap industri," terang aktivis sosial Andi Tenri Farida, Rabu (2/6/2021).

Menurut Tenri, jika sampai akhir 2021 pandemi masih berlangsung, akan memicu pertambahan penduduk miskin yang cukup besar. Tenri memprediksi pertambahan bisa sampai 2 juta.

Baca Juga

"Ini mengacu apda statistik normal 2019 dan 2020. Sehingga jika dikalkulasi dalam angka saat pandemi, ya bisa sampai pada level sangat mengkhawatirkan," paparnya.

Beberapa fakta terkait statistik pengangguran dan kemiskinan dalam dua tahun terakhir.

1. Kementerian Keuangan dengan terbuka mengakui pengangguran dan kemiskinan RI naik signifikan saat Indonesia masuk jurang resesi.

2. Kemiskinan akan naik sekitar 3,02 juta hingga 5,71 juta orang. Dan pengangguran meningkat kurang lebih 4 juta-5,23 juta orang.

3. Kementerian Tenaga Kerja menyebut angka pengangguran, sempat turun dari 7.050.000 orang menjadi 6.800.000. Namun, adanya COVID-19 membuat datanya kembali naik.

Berdasarkan data total pekerja kena PHK maupun dirumahkan melonjak sebanyak 3,5 juta orang. Totalnya mencapai 10 juta orang dalam tingkat pengangguran terbuka.

Padahal sebelumnya hanya 6 juta orang lebih. Artinya dalam 6 bulan grafik penganggur naik hampir 4 juta orang.

4. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia hingga Maret 2020 lalu sudah mencapai 26,42 juta orang. Kemiskinan di daerah perkotaan sebesar 11,16 juta orang atau 7,38% dan di daerah perdesaan sebesar 15,26 juta orang atau 12,82%.

5. Artinya, angka kemiskinan perkotaan naik 1,3 juta orang dari 9,86 juta orang pada September 2019 menjadi 11,16 juta orang pada Maret 2020. Sedangkan, angka kemiskinan di perdesaan mengalami kenaikan 333,9 ribu orang dari 14,93 juta orang pada September 2019 menjadi 15,26 juta orang pada Maret 2020. Angka ini tumbuh hampir 4 juta orang selama Corona berkepanjangan sampai 2021.

Kata Tenri, angka angka ini memberi tekanan psikologis sosial. Rakyat akan semakin pesimis dengan perbaikan ekonomi di negeri ini.

"Apalagi kalau pandemi belum bisa diatasi sampai 2021 keadaan ini akan menumbuhkan apriori terhadap pemerintah. Dan itu berdampak lebih riskan," ucapnya.

Editor : Muh. Syakir
#Ledakan Kemiskinan #Pengangguran
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer