Sabtu, 17 Oktober 2020 08:13

Kesehatan

Usia Muda Juga Rentan Hipertensi, Kenali Pemicunya

Ilustrasi
Ilustrasi

Naiknya tekanan darah salah satunya bisa terjadi karena kondisi medis tertentu atau penyakit hipertensi. Pada orang yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, melonjaknya tekanan darah cenderung lebih rentan terjadi.

TEKANAN darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Selain faktor gen, pola makan yang tidak sehat juga menjadi pemicu utama penyakit ini.

Hasil pemeriksaan tekanan darah akan menunjukkan dua angka, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menggambarkan tekanan saat jantung berkontraksi, sedangkan diastolik adalah tekanan saat jantung relaksasi.

Perubahan pada angka tekanan darah adalah hal yang wajar terjadi, tetapi perlu diwaspadai jika kenaikan angka tekanan darah meningkat drastis. Tekanan darah yang meningkat drastis adalah fase yang paling buruk pada penderita hipertensi.

Baca Juga

Naiknya tekanan darah salah satunya bisa terjadi karena kondisi medis tertentu atau penyakit hipertensi. Pada orang yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, melonjaknya tekanan darah cenderung lebih rentan terjadi. Selain itu, tekanan darah juga bisa dipengaruhi oleh irama sirkadian alias perilaku atau kondisi tubuh, seperti saat menangis, berolahraga, dan stres.

Sebenarnya apa yang menyebabkan tekanan darah naik secara tiba-tiba. Berikut yang dikutip dari Halodoc.com

Faktor Usia

Pertambahan usia adalah salah satu faktor pemicu tekanan darah tinggi. Artinya, semakin tua seseorang maka kemungkinan mengalami hipertensi pun semakin tinggi. Hal ini terjadi karena pembuluh darah cenderung mengalami pengerasan di usia tua.

Obesitas

Kelebihan berat badan alias obesitas bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Ini karena lemak yang bertumpuk pada tubuh akan mengganggu sirkulasi darah. Sebuah penelitian mengenai obesitas dan hipertensi pernah dilakukan dan melibatkan 100 ribu anak berusia 3-27 tahun.

Dari penelitian ditemukan bahwa anak dan remaja yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi dibanding mereka yang memiliki berat badan normal. Maka dari itu, perlu untuk memastikan bobot tubuh tidak berlebihan agar terhindar dari tekanan darah tinggi.

Konsumsi Garam

Mengonsumsi terlalu banyak garam terbukti bisa memicu hipertensi. Namun, tingkat sensitivitas terhadap garam biasanya berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Bisa jadi, penyebab tekanan darah seseorang naik secara drastis adalah karena ia sangat sensitif dengan garam. Jika ini terjadi, maka penting untuk membatasi konsumsi garam yang masuk dalam tubuh.

Alkohol Berlebih

Kebiasaan mengonsumsi alkohol ternyata tak hanya akan memicu kerusakan pada organ hati dan ginjal. Kebiasaan ini nyatanya juga bisa mengacaukan tekanan darah. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol disebut dapat meningkatkan tekanan darah seseorang hingga dua kali lipat.

Sayangnya, naiknya tekanan darah tinggi sering tidak disadari, sehingga menimbulkan dampak berbahaya. Kurang kesadaran dan pola hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan darah tinggi tiba-tiba melonjak.

Maka dari itu, sangat penting untuk selalu memantau tekanan darah sehari-hari. Jika telah mulai merasa gejala, seperti lemas dan sakit kepala, segera cek tekanan darah.

Bila tekanan darah sudah hampir selalu melebihi 120 mmHg pada tekanan sistolik dan lebih dari 80 mmHg pada diastolik, maka sudah saatnya untuk memperbaiki pola hidup, sehingga kemungkinan hipertensi pun dapat dicegah. Jika tekanan darah mulai melonjak, cobalah untuk membatasi konsumsi garam, alkohol, serta kelola stres dengan baik.

Editor : Muh. Syakir
#Hipertensi #Tekanan Darah Tinggi #Jantung #Kesehatan
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer