Harga Emas Terus Melorot, Bisa Capai Rp 800 Ribu per Gram
Harga emas ke depan diperkirakan akan terus mengalami penurunan dengan pemilihan ekonomi yang sudah mulai nampak
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pergerakan harga emas terus menunjukkan tren negatif dalam enam pekan terakhir. Tren ini diperkirakan akan melorot hingga menyentuh level di bawah Rp 1 juta per gram.
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam sepekan sudah turun sampai Rp 1.006.000 per gram. Penurunan ini terbilang signifikan dibanding Agustus lalu.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, harga emas ke depan akan melanjutkan penurunan, bahkan emas global berpotensi ke level 1.700-an dollar AS per troy ons.
“Ada kemungkinan dalam bulan-bulan September-Oktober harga emas akan kembali ke 1.700-an (dollar AS per troy ons). Berarti, harga logam mulai kemungkinan besar akan di Rp 850.000-an,” katanya dikutip Kompas.com, Minggu (27/9/2020).
Ibrahim mengungkapkan beberapa faktor yang memengaruhi penurunan ini. Pertama kata dia adalah sentimen global.
Selain itu, disebabkan outlook suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang sebelumnya akan mempertahankan suku bunga rendah hingga 2023, kini pasar melihat adanya kemungkinan naik sebelum 2023.
Maka mata uang dollar AS pun menjadi menarik karena jumlah uang beredar akan turun. Sehingga akan ada banyak orang cenderung mengalihkan investasinya ke dollar AS.
Pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal melihat, faktor pengalihan investasi dari emas ke dollar menjadi kemungkinan terbesar turunnya harga emas. Apalagi di beberapa negara pemulihan pandemi mulai tampak.
"Pergerakan dollar AS juga mulai membaik. Terus positif dalam sepekan. Ini menjadi tekanan bagi investasi emas," katanya.
Sjamsul mengatakan, penurunan emas tak perlu terlalu dirisaukan. Menurutnya tren tersebut menjadi lazim karena situasi global memang tak menentu sampai akhir 2020.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
