Kamis, 10 Juni 2021 12:00

Wisata Anging Mammiri Diduga tak Miliki IMB, RTQ: Tegakkan Aturan, Pemkot Harus Bertindak

Rachmat Taqwa Quraisy.
Rachmat Taqwa Quraisy.

RTQ menemukan bahwa apa yang dilakukan oleh pihak pengelola usaha wisata Anging Mamiri memang telah menyalahi aturan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Anggota Komisi A DPRD Makassar Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) meminta Pemkot Makassar menindak tegas usaha Wisata Anging Mammiri. Dimana, bangunan itu diduga berdiri tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).

Ia mengatakan, persoalan Kafe Anging Mammiri yang berdiri di kawasan wisata pantai Tanjung Merdeka Anging Mammiri itu sudah dibahas sewaktu Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Makassar dengan pihak pengelola Anging Mammiri dan dan para dinas terkait.

Hasil RDP, lanjut Rahmat Taqwa, kemudian menemukan bahwa apa yang dilakukan oleh pihak pengelola usaha wisata Anging Mammiri memang telah menyalahi aturan.

Baca Juga

Selain seluruh bangunan usahanya tak mengantongi IMB, usaha Beach Stone yang juga masih bagian dari usaha wisata Anging Mamiri, juga tak memiliki perikatan perjanjian kerja sama mengenai pemanfaatan lahannya.

“Kami meminta Pemkot tegas dalam menjalankan aturan yang ada. Kami akan koordinasi ke teman-teman Satpol dan Dinas Tata Ruang, apalagi ini sudah melalui RDP. Tentunya kami menyayangkan apa yang dilakukan pihak hotel,” ucap Rahmat Taqwa, Rabu (9/6/2021).

Terpisah, salah seorang pemegang saham Anging Mammiri Beach Cafe dan hotel, Andi Djamaluddin mengaku bahwa bangunan gedung yang berada dalam kawasan usaha wisata Anging Mammiri yang ditempatinya tersebut, memang tak memiliki IMB. Meski sebelumnya, pihaknya pernah mengajukan permohonan IMB untuk membangun awal di atas lahan kawasan wisata yang dimaksud.

“Memang izin IMB-nya tidak ada, kami sudah pernah bermohon sewaktu membangun, tetapi tidak diterbitkan oleh Pemkot dengan alasan lokasi berada dalam zona sempadan pantai (laut),” ungka Om Betel sapaannya.

Ia berharap masalah yang dialami pihaknya tidak dibesar-besarkan. Tapi, kata dia, pihaknya butuh pembinaan dari pihak terkait dalam hal ini Pemkot Makassar.

“Tapi kalau ingin bongkar bangunan kami juga silahkan. Tapi jangan tebang pilih, bongkar itu juga semua bangunan yang berada dalam zona sempadan pantai seperti yang ada di depan Benteng Fort Rotterdam misalnya dan seterusnya. Perlu diketahui, usaha Anging Mammiri ini juga berkontribusi menciptakan lapangan kerja, jadi itu juga tolong dipertimbangkan baik-baik,” ungkap Betel.

“Jangan hanya gedung kami yang disegel atau mau dibongkar, ini kriminalisasi namanya, segel juga gedung yang lain, saya tantang Pemkot berani tidak?,” lanjut Betel.

Editor : Jusrianto
#RTQ #DPRD Makassar #Anging Mammiri tak Punya IMB
Berikan Komentar Anda