Muh. Syakir : Minggu, 13 Juni 2021 08:59
Ilustrasi (int)

TATOR, PEDOMANMEDIA - Kasus penahanan bocah perempuan berusia 14 tahun, Mm, terus dipertanyakan keluarganya. Salah satu saksi mata bernama Ch (16) menyebut Mm dan Ls terlibat perkelahian karena diadu seseorang.

"Kalau yang saya lihat bukan pemukulan. Tapi memang berkelahi. Mereka Mm dan Ls baku pukul. Mereka diadu," ujar Ch kepada PEDOMANMEDIA, Minggu pagi (13/6/2021).

Ch menceritakan, saat itu mereka baru pulang latihan. Kemudian Mm bersama rekan rekannya berpapasan dengan Ls di jalan. Mereka bersenggolan hingga terjadi adu mulut.

"Dia hampir kasih jatuh kami, dan di situ terjadi adu mulut antara Mm dengan Ls," katanya.

Tapi cekcok itu tak berlanjut. Kata Ch, saat sampai di Pasar Seni, LS pergi memanggil NY. Kemudian Ls datang besama NY dan menghampiri Mm.

"NY ini tanya kenapa kamu ganggu sepupu saya. Dia marah marah sambil mengeluarkan kata kata kotor," tutur Ch.

NY lalu mengatakan ia tidak terima perlakuan Mm terhadap Ls. Ia lalu menantang Mm agar mau duel dengan Ls.

"Dia bilang singel bangmoko sama itu Mm. Akhirnya mereka berkelahi di situ. Mm juga sempat berteriak meminta tolong pada saya. Dia bilang tolong saya dan saya lihat Mm disitu mau dicungkil matanya," bebernya.

Ch mengatakan bahwa luka di muka Ls itu bukan akibat pukulan dari Mm. Tapi karena terbentur tembok saat keduanya bergulat dan saling guling.

"Saya lihat pada saat mereka baku guling karena berkelahi disitu mukanya Ls kena tembok," bebernya.

Kasus perkelahian dua remaja perempuan ini memicu prokontra setelah Mm ditahan. Padahal Mm baru berusia 14 tahun.

Ia ditahan di Polres Tana Toraja sejak 7 Juni 2021. Perkelahian itu sendiri terjadi 6 Juni.

Salah satu keluarga MM, Hasniwati Nurdin mengatakan bahwa ponakannya dijadikan tersangka langsung oleh penyidik Unit PPA Polres Tator.

"Layakkah seorang MM, umur 14 tahun langsung disel dicampur dengan orang dewasa. Saya bertanya lagi ini kepada ibu Isma, karena dia PPA apakah dia (MM) sudah dapat hak-haknya sebagai anak?," tanyanya.

Keluarga Mm mempertanyakan penahanan itu. Padahal kata Hasni, Mm juga korban. Dalam perkelahian tersebut MM memgalami memar di bagian mata bawah dan atas, serta menderita bekas cakaran di bagian leher dan pipi serta luka di kaki dan dahi.

"Yang jadi perbandingan kami antara perkelahian di bawah umur. Ponakan saya dikeroyok sebulan yang lalu tapi pelaku di bawah umur ini diversi, nyata-nyatanya itu pengeroyokan dan kenapa MM tidak mendapatkan itu, kok MM tidak diversi juga," jelasnya.

Hasni Juga menambahkan bahwa MM itu berkelahi dengan LS (17) kerena diadu oleh salah satu oknum mahasiswa di salah satu kampus di Toraja.

"MM berkelahi dengan LS karena dikasi adu dengan SK, namun yang ditahan hanya MM karena LS yang mengaku selaku korban melapor ke polisi," bebernya.