BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Calon Bupati Bulukumba 2020 Tomy Satria Yulianto membantah adanya aliran dana dari Nurdin Abdullah untuk memenangkan dirinya di pilkada. Berita ini menempati rating teratas dalam Top Sepekan di PEDOMANMEDIA.
Selanjutnya peristiwa penahanan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun di Tana Toraja juga mendapat respons tinggi dari pembaca. Kami mengulasnya kembali dalam Top Sepekan.
Dalam sidang dugaan korupsi Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Kamis lalu, keterangan saksi menyebut pasangan calon Bupati dan Wabup Bulukumba Tomy-Makkasau menerima dana sebesar 150 Dollar Singapura. Namun dibantah Tomy. Ia mengaku, NA memang pernah memberi dukungan, tapi putus di tengah jalan.
"Ini informasi yang mengagetkan jika dana yang diterima oleh beliau dikaitkan dengan pilkada Bulukumba," kata Tomy kepada PEDOMANMEDIA ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (10/6/2021) malam.
Menurut Tomy, dirinya tidak pernah menerima dana 150 Dollar Singapura tersebut untuk kepentingan Pilkada. Ia juga mengaku siap memberi keterangan jika dipanggil.
"Ya kalau dipanggil oleh JPU untuk memberikan penjelasan, tentu sebagai warga negara akan taat hukum untuk memberikan keterangan," katanya.
Meski begitu, Tomy tak menampik bahwa Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah awalnya memberikan dukungan. Hanya saja, dukungan itu putus di tengah jalan.
"Yang perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa awalnya beliau memberikan dukungan ke kami tapi di tengah jalan kemudian beliau lepas tangan," katanya.
Bocah Ditahan karena Berkelahi
Seorang remaja perempuan, Mm (14) ditahan di Polres Tana Toraja sejak 7 Juni 2021. Dimana, MM ditahan karena berkelahi dengan LS (17 tahun) di Makale pada 6 Juni.
Salah satu keluarga MM, Hasniwati Nurdin mengatakan bahwa ponakannya dijadikan tersangka langsung oleh penyidik Unit PPA Polres Tator.
"Layakkah seorang MM, umur 14 tahun langsung disel dicampur dengan orang dewasa. Saya bertanya lagi ini kepada ibu Isma, karena dia PPA apakah dia (MM) sudah dapat hak-haknya sebagai anak?," tanyanya.
Hasni mengungkapkan bahwa hal tersebut pasti akan mempengaruhi mental MM.
"Sempat berteriak sebelum dikasi masuk sel bilang, kalau saya dikasi masuk sel mama, saya akan bunuh diri," ungkapnya.
Dia dalam sel itu dia pakai celana panjang dan baju tahanan warna kuning. 2 jam kemudian baru ditelepon keluarga untuk dibawakan celana pendek.
"Saya tidak bisa bayangkan kalau selama 2 jam itu MM berbuat apa dengan kata-katanya itu," ungkapnya.
Kata Hasni, dalam perkelahian tersebut mengakibatkan MM memar di bagian mata bawah dan atas, bekas cakaran di bagian leher dan pipi serta luka di kaki dan dahi.
"Yang jadi perbandingan kami antara perkelahian di bawah umur. Ponakan saya dikeroyok sebulan yang lalu tapi pelaku di bawah umur ini diversi, nyata-nyatanya itu pengeroyokan dan kenapa MM tidak mendapatkan itu, kok MM tidak diversi juga," jelasnya.
Hasni Juga menambahkan bahwa MM itu berkelahi dengan LS (17) kerena dikasi adu dengan salah satu oknum mahasiswa di salah satu kampus di Toraja.
"MM berkelahi dengan LS karena dikasi adu dengan SK, namun yang ditahan hanya MM karena LS yang mengaku selaku korban melapor ke polisi," bebernya.
Saat dikonfirmasi, Plt Kadis P2AP3KB Tator Aris Paridi mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa melakukan pendampingan.
Sementara itu, Humas Polres Tana Toraja Aiptu Erwin yang ditemui di ruangan kerjanya membenarkan adanya penahanan tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Kapolres Tator: Anggota Polri Harus jadi Contoh di Masyarakat
-
Kasus Pembakaran ekskavator di Kurra Mangkrak 4 Bulan, Pemilik Datangi Polres Tator
-
Polres Tator Lepas 4 Pelaku Penyelundupan BBM Subsidi
-
Terlibat Jual Beli BBM Ilegal, SPBU Mandetek Tator Malah tak Tersentuh
-
4 Penyelundup BBM Subsidi di SPBU Tator Ditangkap Usai Nekat Tabrak Polisi