Senin, 14 Juni 2021 16:41

1,1 Ton Sabu yang Disita Bernilai Rp1,6 T, Dipasok Jaringan Timur Tengah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat jumpa pers di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat jumpa pers di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).

Jika narkoba 1,1 ton ini beredar maka akan menyasar sedikitnya 5,6 juta jiwa. Barang asal Timur Tengah ini diprediksi bernilai Rp1,6 triliun.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran 1,1 ton narkoba jenis sabu yang dipasok jaringan Timur Tengah. Sabu ini akan diedarkan di berbagai daerah.

"Peredarannya direncanakan di wilayah Jawa. Seperti Jawa Barat, Jakarta dan beberapa daerah lain di Indonesia," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat jumpa pers di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).

Sigit mengatakan dari pengungkapan jaringan sabu ini ada tujuh tersangka yang diamankan di 4 lokasi. Di antaranya warga negara Nigeria inisial CSN dan UCN. Lima WNI yakni NR, HA, NW, AK, dan H.

Baca Juga

Peredaran narkoba ini dibongkar aparat di empat tempat yaitu di Gunung Sindur 393 kg, kedua di Pasar Modern Bekasi 511 kg, ketiga Apartemen Bassura, Jakarta Timur, keempat di Apartemen Green Pramuka.

Kapolri mengatakan, jika narkoba 1,1 ton ini beredar maka akan menyasar sedikitnya 5,6 juta jiwa warga Indonesia. Artinya kata dia, pengungkapan kasus ini telah menyelamatkan jutaan jiwa daripenyalahgunaan narkoba.

Barang asal Timur Tengah ini diprediksi bernilai Rp1,6 triliun. Diduga masih ada lebih banyak kaki tangan jaringan ini yang belum tertangkap. Mereka telah tersebar di hampir seluruh daerah.

Karena itu Kapolri meminta jajarannya agar terus memburu jaringan narkoba hingga ke akar akarnya. Dia minta jajarannya untuk bekerjasama dengan berbagai stakeholder lainnya untuk mengungkap dan mengembangkan kasus narkoba.

"Dalam kesempatan ini saya terus menyerukan kepada seluruh anggota untuk terus berperang dan tuntaskan penanganan narkoba dari hulu sampai hilir. Perang terhadap narkoba harus terus dilakukan baik dari hulu sampai hilir. Oleh karena itu kita perlu meningkatkan kerja sama dengan seluruh stakeholder rekan BNN, bea cukai, Ditjen PAS," imbuhnya.

Editor : Muh. Syakir
#Kapolri #Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo #Narkoba Jaringan Timur Tengah
Berikan Komentar Anda