Corona Terus Melonjak, Belum Ada Aba-aba Mendikbud Tunda Belajar Tatap Muka
Dalam 24 jam ada penambahan 13.737 kasus dalam 24 jam terakhir. Kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 371 kasus
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Penambahan 13.000 kasus pada Ahad kemarin menggenapkan total angka Corona di Tanah Air menjadi 1.989.909 kasus. Meski terus melonjak, pemerintah belum memberi aba-aba bakal menunda pembelajaran tatap muka.
Dalam 24 jam ada penambahan 13.737 kasus dalam 24 jam terakhir. Kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 371 kasus. Total pasien meninggal dunia mencapai 54.662 orang.
Hingga kemarin, pemerintah telah memeriksa 18.649.618 spesimen Covid-19 dari 12.471.031 orang. Penularan Covid-19 telah berdampak pada 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Dalam sebelum lonjakan kasus naik di atas rata rata. Hal ini menyisakan kekhawatiran masih naik kurva Corona hingga menjelang pembelajaran tatap muka Juli nanti.
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim sendiri belum akan membatalkan rencana belajar tatap muka. Ia mengatakan, belajar tatap muka Juli mendatang sudah mempertimbangkan banyak hal. Sehingga proyeksi ini diharapkan tidak tertunda lagi karena alasan nonteknis.
"Mal dan bioskop sudah lama uji coba. Dan hasilnya protokol kesehatan bisa diterapkan ketat. Saya kira sekolah juga sudah saatnya diuji coba," ujar Nadiem.
Menurut Nadiem, panduan penerapan prokes di sekolah telah dikaji dengan matang. Panduan itu dipercaya bisa diterapkan dengan baik sehingga sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Corona.
Nadiem beralasan, riset di banyak negara membuktikan tingkat infeksi Covid-19 pada anak sangat rendah.
"Riset di banyak negara sudah membuktikan bahwa anak usia 3-18 tahun itu memiliki tingkat mortalitas yang sangat rendah dibandingkan usia yang lain. Makanya banyak negara sudah membuka sekolah tatap muka," ujar Nadiem.
Ia mengungkapkan, anak-anak di bawah usia 18 tahun memiliki tingkat risiko infeksi yang rendah dibanding orang dewasa. WHO juga menyampaikan rendahnya kasus penularan Covid-19 pada anak di seluruh dunia. Ini menjadi pertimbangan banyak negara memulai sekolah tatap muka meski memiliki kasus Corona yang cukup tinggi.
Sebelumnya pemerintah telah beberapa kali menunda belajar tatap muka. Sempat ada rekomendasi dimulainya pembelajaran tatap muka Januari 2021. Namun rencana itu ditunda menyusul naiknya kembali angka kasus Corona.
Karena itu Nadiem Makarim tetap menargetkan sekolah dibuka Juli.
"Kita tak bisa lama-lama lagi menunda belajar tatap muka. Kita sudah tertinggal jauh. Kita harapkan target secepatnya sekolah bisa dibuka," ujar Nadiem.
Ia menyebutkan, hasil uji coba belajar tatap di beberapa daerah cukup efektif. Angka kasus Corona juga relatif lebih landai. Belum ada laporan adanya klaster baru pada sekolah.
Sehingga menurut Nadiem, target belajar tatap muka bisa diorientasikan lebih cepat. Ia menyebut target memulai pada tahun ajaran baru nanti diharapkan tak lagi ditunda.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
