GOWA, PEDOMANMEDIA - ES, seorang guru BK di SMAN 8 Gowa mengeluhkan sikap Kepala Sekoloah (Kepsek) yang diduga ingin menahan pencairan sertifikasi dan TPP jika tidak divaksin. Padahal ES memiliki riwayat penyakit sesak nyeri dada serta memiliki keterangan dari dokter untuk ditunda vaksinnya.
"Saya kan tidak bisa divaksin karena ada sesak dan nyeri dada. Jadi saya ke Puskesmas dan screening dan dikasi surat untuk ditunda dulu vaksinnya. Jadi saya bilang saya tidak bisa pak, karena sakit ini karena baru-baru saya sesak dan parah selama dua hari," kata ES saat dikonfirmasi, Rabu (30/6/2021).
ES menceritakan, saat itu ia dipanggil lagi ke sekolah menghadap kepala sekolah. Dimana pada saat itu kepala sekolah masih mempertanyakan vaksinasi.
"Jadi saya bilang setengah mati saya ke dokter kalau begitu (dua hari sekali ke dokter). Terus dia bilang, tidak dapat maki nanti itu sertifikasi dan TPP semester depan, tidak diusulkan," tambahnya.
ES mengatakan sikap kepala sekolah tersebut berbeda dengan guru lainnya. Dimana ada guru lainnya yang juga belum divaksin namun diperlakukan berbeda. Selain itu, kepala sekolah juga mengatakan ES tidak bisa ke sekolah jika belum divaksin.
"Katanya nanti kalau jadi tatap muka, saya tidak bisa ke sekolah karena tidak divaksin. Jadi otomatis sertifikasi dan TPP tidak disusulkan. Jadi saya bilang, ada juga teman guru Biologi yang tidak bisa divaksin karena sakit. Jadi Kepsek bilang dia tidak apa-apa, beda dengan kita karena guru BK berhadapan langsung dengan murid. Jadi saya apa bilang apa bedanya, na sama-sama guru. Dia juga berhadapan langsung dengan siswa dan langsung masuk di kelas mengajar," jelasnya.
Pada saat itu, ES mengaku mempertanyakan kepada kepala sekolah tentang aturan yang membolehkan menahan pencairan sertifikasi dan TPP dengan alasan belum mengikuti vaksinasi.
"Saya bertanya dimana aturannya kalau tidak ikut vaksin tidak dapat sertifikasi dan TPP. Apakah memang ada aturannya di seluruh indonesia?. Kalau memang ada aturan saya terima, kalau tidak ada, saya merasa tidak enak, masa dibeda-bedakan antara saya dengan guru lainnya," sebutnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 8 Gowa Islamuddin membantah telah menahan pencairan sertifikasi dan TPP dengan alasan belum mengikuti vaksinasi.
"Tidak ada yang begitu. Kepala sekolah tidak punya wewenang menahan gaji, sertifikasi dan TPP guru-guru. Tidak ada wewenang Kepala sekolah. Sampai sekarang tidak ada yang ditahan. Karena SMAN 8 Gowa paling lancar membayarkan gaji, sertifikasi, dan TPP guru-guru," kata Islamuddin saat dikonfirmasi.
Terkait persoalan, Ismaluddin mengatakan siap untuk bertemu langsung dengan guru yang mengaku ditahan pencairan sertifikasi dan TPP dengan alasan belum mengikuti vaksinasi.
"Kalau perlu kita datang ketemu di Pak Kadis dan bawa itu (orang) yang memberikan info. Bahwa ada info seperti ini," tambahnya.
BERITA TERKAIT
-
Ngeri! Duterte Usul Warga Filipina yang Tolak Vaksin Disuntik Saat Tidur
-
Besok, Vaksinasi Door to Door Polres Tator Lanjut ke Wilayah Terpencil Sangalla
-
Demonstrasi Antivaksin di London Ricuh, 4 Polisi Luka
-
Habis Vaksin Tetap Kena Covid-19, ini Penjelasan WHO
-
Vaksin Moderna Mulai Didistribusi ke Daerah, Sulsel Dapat Jatah Berapa?