Rabu, 13 Oktober 2021 09:37

Ngeri! Duterte Usul Warga Filipina yang Tolak Vaksin Disuntik Saat Tidur

Rodrigo Duterte
Rodrigo Duterte

Duterte juga mengaku bertanggung jawab atas kegagalan pemerintah untuk mengamankan dosis vaksin COVID-19 yang cukup awal tahun ini.

MANILA, PEDOMANMEDIA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali melontarkan pernyataan kontroversi. Ia mengusulkan agar warga yang menolak vaksin disuntik saat tidur.

Dilansir dari media Filipina, ABS-CBN, Rabu (13/10/2021), hal itu diungkapkan Duterte dalam acara Talk to the People yang disiarkan pada Selasa (12/10). Duterte bahkan siap untuk memimpin langsung operasi vaksinasi malam hari tersebut.

"Yang menolak divaksinasi, itu masalahnya. Anda harus mencari mereka di barangay (lingkungan) Anda dan biarkan kami memvaksinasi mereka ketika mereka tidur," kata Duterte.

Baca Juga

"Jika mereka tidak ingin divaksinasi, biarkan kami pergi ke rumah mereka dan memvaksinasi mereka di sana. Saya secara pribadi akan memimpin operasi itu," lanjutnya.

Usulan yang diharapkan hanya sebuah candaan itu muncul saat Duterte berupaya meyakinkan masyarakat untuk divaksinasi.

Dalam acara itu, Duterte juga mengaku bertanggung jawab atas kegagalan pemerintah untuk mengamankan dosis vaksin COVID-19 yang cukup awal tahun ini. Namun, dia menekankan bahwa kampanye terbatas pun telah mengurangi penyebaran virus Corona.

Filipina memulai program vaksinasi Covid-19 pada bulan Maret, menggunakan vaksin Sinovac China. Duterte sebelumnya menyalahkan negara-negara kaya karena menimbun dosis vaksin yang tersedia dan meninggalkan negara-negara seperti Filipina.

Duterte memang dikenal menggunakan cara-cara kasar untuk menghadapi persoalan di negaranya. Dia terkenal dengan memperkenalkan tindakan keras polisi dalam memberantas narkoba, yang menurut para kritikus merupakan pembunuhan massal di luar proses hukum.

Awal bulan ini, Departemen Kehakiman mengatakan 154 polisi yang terlibat dalam perang melawan narkoba mungkin menghadapi tuntutan pidana karena melampaui kewenangan mereka. Pengadilan Kriminal Internasional, yang melakukan penyelidikannya sendiri, mengatakan skala dugaan kejahatan polisi jauh lebih tinggi, dengan jumlah korban mencapai puluhan ribu.

Duterte sebelumnya telah menyarankan pendekatan yang kuat untuk warga yang menolak vaksin. Pada bulan Juni, dia mengatakan mereka yang tidak divaksin harus meninggalkan negara itu atau dipenjara dan disuntik dengan paksa.

"Saya akan menangkap Anda (dan) kemudian saya akan menyuntikkan vaksin ke bokong Anda," dia memperingatkan saat itu.

Editor : Muh. Syakir
#Presiden Filipina Rodrigo Duterte #Vaksinasi #Vaksin
Berikan Komentar Anda