Jusrianto : Kamis, 08 Juli 2021 21:55
Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang Yunus Busa.

ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang Yunus Busa memutuskan untuk mengembalikan dana bantuan dari Baznas Enrekang. Meskipun begitu sang rektor masih mendapat kecaman dari beberapa khalayak.

Yunus Busa mengembalikan bantuan tersebut setelah Bupati Enrekang Muslimin Bando ikut angkat bicara dengan mengatakan, tidak etis seorang rektor mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Enrekang.

Namun ada hal yang menarik diunggah oleh mahasiswa program doktor (S3) di Universitas Parepare (UMPAR) Agus Sallangan. Dimana dia menulis di Medsosnya 'Rektor Miskin yang Dibully'.

Saat dikonfirmasi, Agus Sallangan mengatakan, dirinya menulis artikel berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi terhadap Pak Rektor (Yunus Busa).

"Saya sering makan di meja makan rumahnya pak rektor, saya telah lama kenal pribadinya Pak Yunus Busa sebelum menjadi Rektor, jadi saya menilai bahwa pak rektor itu masuk dalam golongan orang miskin," ungkapnya.

Agus Sallangan juga mengaku sangat prihatin dengan bully yang dilakukan terhadap rektor miskin, sehingga ia mengambil keputusan untuk menulis sesuai pengamatan dan pengalaman pribadi terhadap pak rektor.

"Saya menulis atas nama pribadi dan Mahasiswa, tidak ada hubungannya dengan organisasi dan profesi lain termasuk jabatan saya sebagai Kabag Kesra Sekda Enrekang," ungkapnya.

Sementara itu, Yunus Busa Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang yang dikonfirmasi mengenai hal ini berkilah bahwa itu kemungkinan pengamatan pribadi dari Agus Sallangan.

"Maksud Pak Agus barangkali khusus untuk jabatan rektor. Kalau saya mau dibandingkan dengan semua rektor di seluruh Indonesia maka bisa jadi saya masuk dalam golongan miskin," bebernya.

"Sebagaimana orang Brunei Darussalam dan Uni Emirat Arab beda kehidupan orang miskinnya dengan kita orang Indonesia. Maka kalau saya dibandingkan dengan rektor-rektor lain, maka bisa jadi saya masuk dalam golongan orang miskin kata Yunus Busa. Saya merasa orang yang tidak haus kekuasaan," jelasnya.