Corona 'Ngamuk', Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Masih Mungkin 4%
PPKM darurat tidak akan sampai membuat pertumbuhan ekonomi jatuh. Target sampai 4% tetap memungkinkan dicapai pada akhir tahun.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kabinet ekonomi tetap optimistis pertumbuhan ekonomi RI akan menyentuh level positif 4% di akhir tahun. Kasus Corona yang kembali memuncak, diyakini tidak akan merusak skenario penanganan ekonomi.
"PPKM darurat tidak akan sampai membuat pertumbuhan ekonomi jatuh. Target sampai 4% tetap memungkinkan dicapai pada akhir tahun," terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (9/7/2021).
Ia mengatakan, dengan berbagai kebijakan yang ada, sektor sektor ekonomi akan lebih baik. Dampak dari berbagai stimulus muktisektor ini akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih baik.
Dia mengatakan, Indonesia terbantu dengan surplus neraca perdagangan selama 13 bulan berturut-turut. Surplus ditopang oleh peningkatan harga-harga komoditas.
Selain itu, ada ekspor CPO dan turunannya dari logam. Ada pula dari copper dan turunannya. Termasuk dorongan dari sektor yang menarik yakni perhiasan.
Tantangan paling utama terjadi di kuartal III. Sebab, kuartal III sebelumnya diprediksi lebih tinggi dibanding kuartal II.
Dia menjelaskan, dengan PPKM darurat diproyeksi membuat sektor konsumsi akan turun. Maka itu, anggaran pemerintah diandalkan agar konsumsi bisa didorong di atas 5,6%. Hal itu harus konsisten diikuti di kuartal IV.
Airlangga juga mengingatkan, momentum investasi mesti dijaga dengan pertumbuhan di antara 4-5%. Kemudian, ekspor harus dipertahankan di kisaran 12-14%.
"Dengan begitu pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 antara 3,7 hingga 4,4%. Maka kita berharap di akhir tahun ini range pertumbuhan ini kita bisa jaga antara 3,7 sampai dengan 4,4%," katanya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
