Sabtu, 10 Juli 2021 23:07

PT KHBL Bantah Ada Fee ke Kepala KPH Saddang 1 Tator: Tidak Benar, itu Fitnah

PT KHBL Bantah Ada Fee ke Kepala KPH Saddang 1 Tator: Tidak Benar, itu Fitnah

PT KHBL tak pernah memberikan “fee” atau apapun kepada Cornelia sebagai Kepala KPH Saddang 1. Manajemen menegaskan itu melanggar hukum.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - PT Kencana Hijau Binalestari membantah adanya dugaan pemberian fee pihak perusahaan kepada Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Saddang 1 Tator, Cornelia. PT KHBL menegaskan tidak ada fee kepada siapapun, kecuali bagi hasil ke pemerintah pusat, Pemprov Sulsel dan Pemkab Tator.

"Ini tidak benar. Sumber berita diambil dari saudara Ayub. Dia adalah karyawan biasa pada PT KHBL Toraja. Bukan jajaran pimpinan. Dan bukan karyawan yang berkompeten memberikan informasi yang saudara kutip. Karena saudara Ayub tidak tahu menahu tentang apa yang diceritakan," terang Deputi Site Manager PT KHBL M Zulfikar Rysa Putra, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi PEDOMANMEDIA, Sabtu (10/7/2021).

Jawaban ini sebagai bantahan atas pemberitaan PEDOMANMEDIA, yang dimuat pada 4 Juli 2021. Di mana dalam berita itu disebutkan adanya dugaan aliran fee pihak perusahaan kepada Kepala KPH Saddang 1 Tator.

Baca Juga

Menurut Zulfikar, PT KHBL tak pernah memberikan “fee” atau apapun kepada Cornelia sebagai Kepala KPH Saddang 1. Sebab pihaknya tahu bahwa hal itu adalah perbuatan tercela. Tidak etis dan melanggar hukum di Indonesia.

Zulfikar menuturkan bahwa antara KPH Saddang 1 dengan PT KHBL terikat perjanjian kerja sama operasi (PKSO). Dalam kerja sama itu, PT KHBL mempunyai beberapa kewajiban.

Pertama PT KHBL wajib membayar PSDH kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan. Yang kedua, memberikan bagi hasil kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah Kabupaten Tana Toraja, KPH Saddang 1 dan pemerintah desa/lembang di mana kegiatan penyadapan getah pinus berlangsung, yang digolongkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat ini PT KHBL melakukan penyadapan Getah Pinus di Lembang Sandana, Lembang Balepe’, dan Lembang Buakayu di Kabupaten Tana Toraja.

Adapun pembayaran ke rekening Pemprov Sulsel adalah PAD Pemprov Sulsel dan PAD KPH Sadang-1. Kemudian pembayaran ke rekening Pemkab Tana Toraja adalah PAD Tana Toraja dan PAD desa/lembang.

"Bukti pembayaran PAD tersebut selanjutnya dilaporkan kepada KPH Saddang 1 sebagai pihak yang menandatangani PKSO dan mengawasi pekerjaan PT KHBL. Lalu kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan mewakili Pemprov," jelas Zulfikar.

Menurut Zulfikar, pembayaran PAD ini dilakukan oleh PT KHBL Jakarta ke rekening terkait, berdasarkan perhitungan petugas KPH Saddang 1 dan diverifikasi oleh tenaga teknis (ganis) dari Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel. Ini dilakukan semata-mata demi alasan efisiensi dan tertib administrasi keuangan pada PT KHBL.

"Selain dari pembayaran kewajiban dalam bentuk PAD tersebut, PT KHBL juga memberdayakan masyarakat lokal sesuai keahlian yang dimiliki dan disesuaikan dengan kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan adat istiadat yang di Tana Toraja untuk bersama-sama PT. KHBL mengambil manfaat dari pohon pinus yang tumbuh di sekitaran desa/lembang," paparnya.

Selain itu, PT. KHBL juga berpartisipasi dalam membangun sarana sosial kemasyarakatan di Desa/Lembang melalui fasilitas CSR.

"Karena itu fee yang disebutkan dalam berita itu tidak sesuai fakta dan berasal dari sumber yang tidak berkompeten. Sehingga cenderung merupakan fitnah yang merugikan ibu kepala KPH Saddang-1 dan merugikan PT KHBL," tandas Zulfikar.

Zulfikar berharap apabila redaksi “Pedoman Media” memerlukan berita yang benar, akurat dan berimbang tentang kegiatan PT. KHBL di Tana Toraja, ia mempersilakan datang ke kantor PT. KHBL Ratte Talonge, Kecamatan Ulusalu, Tana Toraja.

"Silakan datang pada jam kerja dan bertemu saya. Kami sangat terbuka memberi informasi," imbuhnya.

Cornelia sendiri telah lebih dulu membantah tudingan itu.

"Tidak betul itu. Nda benar. Saya tidak pernah begitu -begitu dan saya akan panggil itu PPTK-nya ke kantor besok," ketusnya.

Cornelia mengakui kenal dengan jajaran pimpinan PT Kencana. Namun hanya sebatas hubungan pekerjaan terkait pengurusan surat-surat perusahaan.

"Saya memang kenal sama mereka karena mereka sering ke kantor mengurus surat-suratnya. Tidak lebih dari itu," tandas Cornelia.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#KPH Saddang I #Tator #PT KHBL
Berikan Komentar Anda