Selasa, 20 Oktober 2020 14:42

Kemunduran Muna Pasca 20 Tahun Oligarki Politik Klan Ridwan Bae Memimpin

Jubir RaPi Wahidin Kusuma Putra.
Jubir RaPi Wahidin Kusuma Putra.

Pada usianya yang sudah 60 tahun, Kabupaten Muna semakin jauh tertinggal dari tiga daerah seumurnya yakni Kota Kendari, Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka.

MUNA, PEDOMANMEDIA - Jubir Paslon Laode M Rajiun-La Pili (RaPi) Wahidin Kusuma Putra menyebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dituding membangun oligarki dan dinasti politik di Muna Raya. Ia menjelaskan 20 tahun oligarki keluarga Ridwan Bae menguasai pemerintahan di Kabupaten Muna.

Hasilnya adalah kemunduran di berbagai sektor. Pada usianya yang sudah 60 tahun, Kabupaten Muna semakin jauh tertinggal dari tiga daerah seumurnya yakni Kota Kendari, Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka. Kendati demikian, hasil kerja Ridwan Bae, dr Baharudin, dan Rusman tetap perlu diapresiasi dengan tidak berlebihan.

"Meski oligarki keluarga yang dibangun Ridwan Bae ini berakibat buruk bagi perkembangan Muna, sumbangsih mereka tetap kita apresiasi. Akan tetapi apresiasi kita berikan secukupnya saja, tidak perlu terlalu berlebihan," ujarnya, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga

Lanjut Wahidin, gerakan politik Ridwan Bae yang mendukung Rusman dalam Pilkada Muna bukan murni karena tegak lurus pada keputusan Partai Golkar.

Menurutnya, dukungan Ridwan Bae kepada Rusman terindikasi adanya agenda terselubung dibalik itu, bahwa Ridwan akan melanggengkan oligarki kekuasaan keluarganya.

"Bang Ridwan dukung Rusman itu untuk memuluskan perjalanan LM Ikhsan Taufik Ridwan menjadi Calon Bupati Muna Barat pada 2022 nanti. Sedang di Muna, dia mempersiapkan Wa Ode Rabiah Al Dawiah sebagai calon Bupati Muna pengganti Rusman," ungkapnya.

"Kemungkinan dia juga mau maju Gubernur Sultra nantinya. Bisa jadi Rusman akan didorong ke DPR RI dan dr. Baharudin ke DPD RI. Ini bukan tuduhan yah, sebab indikasinya sangat jelas. Lagi pula, dalam politik kita harus mampu membaca berbagai kemungkinan di masa depan," ucapnya.

Wahidin berharap, agar masyarakat Muna tidak terjebak. Menurutnya, momentum Pilkada Muna Tahun 2020 ini perlu dijadikan sebagai momen untuk membawa Kabupaten Muna terlepas dari belenggu kekuasaan oligarki yang sudah 20 tahun berlangsung.

"Kabupaten Muna adalah milik kita bersama, bukan milik satu keluarga saja. Kita berharap, di masa depan semua orang punya peluang yang sama untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Muna," imbuhnya.

Penulis : La Ode Biku
Editor : Jusrianto
#Pilkada Muna #RaPi #Kemunduran Muna
Berikan Komentar Anda