Naik Turun Serangan Pandemi, Bikin Properti Sulsel Loyo
Pandemi yang datang bergelombang memengaruhi trust konsumen. Berbagai stimulus yang digulirkan belum sepenuhnya dipercaya menjadi solusi.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sektor properti membutuhkan waktu lebih panjang untuk bisa pulih. Meski pertumbuhan ekonomi sudah di angka 7%, dampaknya belum menyentuh secara simultan.
"Penjualan properti masih dipengaruhi oleh kekhawatiran adanya dampak pandemi yang lebih panjang. Konsumen melihat sekarang bukan waktu yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti," jelas
Zaenal Abidin, konsultan properti, beberapa waktu lalu.
Menurut Zaenal, pandemi yang datang bergelombang memengaruhi trust konsumen. Berbagai stimulus yang digulirkan juya belum sepenuhnya dipercaya menjadi solusi perbaikan ekonomi multisektor.
"Properti memang butuh waktu lebih lama. Kemungkinan kita akan melihat dampaknya di akhir tahun," jelas Zaenal Abidin, konsultan properti, beberapa waktu lalu.
Menurut Zaenal, masyarakat masih memilih menahan dana mereka karena kekhawatiran akan memburuknya pandemi. Akibatnya, properti skala menengah belum dilirik.
"Tetapi masih ada harapan untuk tetap bangkit tahun ini," katanya.
Zaenal juga melihat, PPKM dengan berbagai konsep memengaruhi investasi properti. PPKM diperkirakan masih akan berlanjut, sehingga konsumen memilih menunggu momentum yang lebih pasti.
Para ekonom juga meramal Indonesia akan sulit memperbaiki kinerja ekonomi sektor properti hingga kuartal III. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yag telah mencapai 7% memungkinkan baru akan berdampak lebih riil pada kuartal akhir 2021.
"Sulit untuk bangkit lebih cepat di kuartal II. Masih ada dampak resisi. Kontraksi ekonomi juga masih memukul semua sektor. Jadi akan sulit untuk pulih kurang dari setahun," ujar pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal.
Sjamsul memprediksi ekonomi akan membaik paling cepat pada kuartal akhir 2021 untuk semua sektor. Namun itu sangat bergantung pada kebijakan multisektor. Kebijakan ini yang bisa mengembalikan daya beli masyarakat yang turun tajam dalam setahun.
"Investasi kita melempem. Industri masih terseok-seok. Hanya sektor jasa yang sekarang sedikit tumbuh. Stimulus masih dibutuhkan," katanya.
Dikatakan Sjamsul, relaksasi pajak PPnBM dan KPR untuk sektor properti belum banyak memberi sentuhan. Ini juga butuh proses panjang. Dampaknya memungkinkan terlihat pada awal 2022.
BI memprediksi perbaikan ekonomi Indonesia sejalan dengan proyeksi perekonomian global yang juga berpotensi lebih tinggi. Hal itu terlihat dari beberapa lembaga Internasional yang telah menaikkan prediksi ekonomi global di 2021.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
