MUNA, PEDOMANMEDIA - Juru Bicara (Jubir) Pasangan calon (Paslon) Rajiun Tumada-La Pili (RaPi), Wahidin Kusuma Putra menyebut tuduhan Ridwan Bae kepada Rajiun perihal politik oligarki tak memiliki dasar yang kuat. Ia pun menilai tuduhan tersebut tak berdasar.
Wahidin mengatakan, terpilihnya adik Rajiun, Wa Ode Siti Sariani Ilaihi sebagai Ketua DPRD Muna Barat menjadi alasan Ridwan Bae menuduh Rajiun melakukan politik oligarki.
Menurut Wahidin tuduhan Politisi Golkar itu hanyalah pembenaran belaka dan mengindikasikan bahwa Ridwan ragu jangan sampai dirinya gagal paham dengan makna oligarki.
"Sehingga yang dilakukan adalah menuding balik Rajiun yang melakukan politik oligarki hanya karena adiknya menjadi Ketua DPRD Muna Barat," jelas Wahidin via WhatsApp, Rabu (21/10/2020).
Wahidin menjelaskan pemaknaan oligarki itu ialah bentuk pemerintahan yang kekuasaannya secara efektif dikuasai oleh sekelompok kecil dari masyarakat.
"Di Muna selama 20 tahun terakhir kita semua harus mengakui bahwa pemerintahan dikuasai secara efektif oleh keluarga Ridwan Bae, inilah oligarki yang nyata dan tak bisa dibantah lagi," jelasnya.
Lanjut Wahidin untuk diketahui jabatan Ketua DPRD Muna Barat bukanlah bupati yang tentukan. Akan tetapi posisi Ketua DPRD adalah keputusan partai politik dalam hal ini Partai NasDem. Sementara Rajiun sendiri tidak ada sangkut pautnya dengan partai politik.
"Bang Ridwan Bae juga mestinya pahamlah, Ketua DPRD itu tak punya kekuasaan mutlak yang secara efektif bisa menambah skala kekuasaan Pak Rajiun sebagai bupati. Keputusan-keputusan di DPRD diambil secara kolektif kolegial bersama seluruh anggota DPRD. Saya tak perlu mengulas panjang lebar, sebab bang Ridwan pasti lebih paham soal ini. Tapi untuk menutupi agenda terselubung memperpanjang nafas oligarki keluarganya, beliau mencari pembenaran dan menuding balik pak Rajiun, padahal argumentasi pendukungnya tidak kuat," jelasnya.
Wahidin juga menegaskan bahwa yang dikejar oleh Rajiun maju di Pilkada Muna dan melepas jabatannya di Muna Barat adalah ingin memutus mata rantai oligarki yang menjadi penyebab buntunya jalan kesejahteraan masyarakat Muna selama 20 tahun.
"Bayangkan, selama 20 tahun klan oligarki Ridwan Bae menguasai Muna, apa yang diberikan pada masyarakat Muna? Orientasi pemerintahan di bawah kekuasaan oligarki ini hanya berkutat pada proses kapitalisasi kekuasaan untuk menopang agenda politik turun temurun keluarganya. Lihat saja saat ini, bagaimana Ridwan memanfaatkan jabatannya untuk menopang agenda politik Rusman di Muna," bebernya.
"Berbagai program aspirasinya dijadikan alat untuk menekan masyarakat agar memilih Rusman. Kedepan jika Rusman menang maka kekuasaannya akan dikapitalisasi untuk membantu Ikhsan Taufik Ridwan maju di Pilbup Muna Barat dan membantu Rabiah Al Adawiah Ridwan untuk menggantikan Rusman sebagai Bupati Muna. Inilah buruknya praktek oligarki. Dan praktek oligarki inilah yang melahirkan pemerintahan dinasti" urainya.
Wahidin mengatakan kritik Ridwan mengenai tidak ada pembangunan kantor baru selama pemerintahan Rajiun merupakan cara berpikir yang keliru.
"Pak Rajiun berulang kali menyampaikan bahwa status Muna Barat sebagai Daerah Otonom Baru (DOB). Jadi tugas bupati adalah membangun infrastruktur dasar yang akan menjadi pondasi dan pijakan kuat masyarakat untuk menapaki jalan kemajuan dan kesejahteraan. Apalagi anggaran daerah masih minim. Kantor yang megah dan mewah hanya memberi kenyamanan pada ASN tapi tidak berdampak sama sekali untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
"Dalam sikap ketegasan dan disiplin Rajiun, ASN Muna Barat mampu memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat meskipun kantornya tidak mewah. Kantor yang megah dan mewah tidak berarti apa-apa bagi masyarakat jika pelayanan dan kualitas sumber daya manusia ASN-nya buruk. Dan Pak Rajiun mampu membuktikan di Muna Barat, bahwa gedung kantor sama sekali tidak mempengaruhi kualitas kerja ASN sebagai pelayan masyarakat," sambungnya
Ia berharap masyarakat Muna agar lebih cerdas dalam menanggapi wacana yang dilontarkan oleh Ridwan Bae. Jangan mudah terjebak dengan bahasa-bahasa politisnya.
"Ridwan Bae saat ini pasti sedang panik karena berbagai agenda terselubung dalam melanggengkan oligarki politik keluarganya mulai terbuka secara perlahan dan sudah menjadi konsumsi publik. Jangan mau lagi rakyat dieksploitasi untuk melanggengkan kekuasaan oligarki ini. Memenangkan Rajiun di Pilkada Muna akan meruntuhkan kekuasaan oligarki yang sudah menutup jalan kesejahteraan masyarakat Muna selama 20 Tahun ini. Rajiun akan menembus kebuntuan, membuka jalan yang luas menuju kesejahteraan masyarakat Muna," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Kantor Bupati Bermukim di Sidodadi, Rajiun: Ekonomi tak Hidup, Warga Mengeluh
-
Antisipasi Pemilih Siluman, RaPi Minta KPU Muna Libatkan Saksi Pendistribusian C6
-
Rajiun Sebut Kebijakan Pembangunan Rusman tak Berpihak ke Rakyat
-
Ridwan Bae Gelar Pertemuan dengan Camat se-Muna Malam Hari, Diduga Ada Kepentingan Politik
-
Klaim Sukses Bangun Air Bersih di Watopute, Jubir RaPi Sebut Rusman Emba Pembohong