WHO Ungkap Penularan Corona di RI: 7 Provinsi Berisiko, Sulteng Masuk
Beberapa daerah luar Jawa yang masuk peta wilayah paling berisiko adalah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur. Ada juga Sulteng.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan adanya 7 provinsi di Tanah Air dengan risiko penularan Corona paling tinggi. Peta wilayah tak lagi didominasi Jawa. Sulawesi juga masuk.
Laporan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-68 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (19/8/2021). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 18 Agustus 2021.
Beberapa daerah luar Jawa yang masuk peta wilayah paling berisiko adalah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Bangka Belitung. Di wilayah Jawa ada DI Yogyakarta dan Bali.
Sementara di Sulawesi ada satu provinsi masuk wilayah berisiko. Yakni
Sulawesi Tengah.
Sulawesi Selatan yang kini mencatat wilayah zona merah terbanyak tidak masuk berdasarkan rilis WHO. Namun WHO mengingatkan adanya kemungkinan wilayah ini meluas.
Tujuh provinsi menurut WHO berada di level tertinggi penularan komunitas (CT4) dalam kasus mingguan Covid-19. WHO menuliskan, ini berdasarkan rasio per 100 ribu populasi, jumlah mingguan yang terkonfirmasi.
Selain itu, tingkat kematian per 100 ribu populasi masih tinggi. WHO menyarankan pembatasan tetap dilakukan dan vaksinasi Corona dipercepat.
"Kematian COVID-19 per 100.000 populasi dan proporsi hasil tes positif berkisar antara 22 sampai 57%. Implementasi lanjutan dari penanganan kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial (PHSM) dan percepatan vaksinasi diperlukan untuk mengurangi penularan COVID-19 dan kematian di provinsi ini dan provinsi lainnya," lanjut WHO.
Lebih lanjut, WHO juga menyoroti kasus Corona yang turun tetapi dibarengi dengan penurunan jumlah tes. Jumlah orang yang dites Corona per 5-11 Agustus turun dibanding minggu sebelumnya.
"Jumlah kasus harian terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia terus menurun. Namun, jumlah tes yang dilakukan di negara ini juga menurun. Selama sepekan, yakni 5-11 Agustus, Satuan Tugas (Satgas) melaporkan bahwa jumlah orang yang diuji adalah 930.513: penurunan dari total 1.008.665 orang diuji selama minggu sebelumnya. Pada 18 Agustus, jumlah orang yang diuji per hari telah turun menjadi 78.626," ungkapnya.
