DKI Belajar Tatap Muka 30 Agustus, Makassar Kapan?
Pemprov Sulsel menyatakan saat ini sedang dilakukan kebut vaksinasi. Vaksinasi menyasar siswa agar sekolah tatap muka bisa segera dimulai.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka 30 Agustus mendatang. Kebijakan ini ditempuh setelah DKI berhasil menurunkan level PPKM dalam sepekan.
Lantas bagaimana dengan Makassar dan Sulsel pada umumnya? Pemprov Sulsel menyatakan saat ini sedang dilakukan kebut vaksinasi. Vaksinasi menyasar siswa agar sekolah tatap muka bisa segera dimulai.
"Vaksinasi di kalangan pelajar sedang kita kebut. Kita harapkan target terealisasi agar sekolah bisa dibuka secepatnya," terang Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman.
Sudirman mendorong pemberian vaksin pada remaja diprioritaskan. Terutama pelajar SMP dan SMA yang berusia 12-17 tahun.
“Salah satu upaya cegah penularan dan program herd immunity (kekebalan kelompok komunitas) dengan meminta kepada seluruh kabupaten dan kota untuk kebut vaksin khususnya untuk pelajar sehingga sekolah segera bisa dilakukan tatap muka," kata Sudirman.
Sebelumnya Dinas Pendidikan Sulsel telah menyiapkan rencana memasuki tahap pembelajaran tatap muka (PTM). Salah satunya dengan upaya mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi pelajar SMA/SMK/sederajat.
Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sulsel Asqar mengatakan, upaya vaksinasi ini sebagai wujud mendukung program Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam Sulsel Kebut Vaksinasi.
“Kita dorong pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar SMA/sederajat untuk memasuki tahap agar segera dilakukan pembelajaran tatap muka," ujarnya.
Akhir pekan lalu dilakukan vaksinasi sehari dengan sasaran 1.000 siswa. Dari sekolah SMAN 22 Makassar, SMAN 7 Makassar, SMAN 15 Makassar, SMAN 18 Makassar dan SMANKO (SMA Negeri khusus Keberbakatan Olahraga) sebutnya.
Menuju 4 Juta Kasus
Covid-19 Indonesia menuju 4 juta kasus. Kurva tak terkendali ini dikhawatirkan akan membuat agenda belajar tatap muka tertunda lebih lama.
"Melihat tren kasus sepertinya belajar tatap muka masih sulit dilakukan dalam 3 bulan. Sangat mungkin molor ke 2022," ujar Fakhri Supardi, pengamat pendidikan Sulsel.
Menurut Fakhri, ada banyak pertimbangan soal dimulainya belajar tatap muka. Pertama, kemampuan sekolah dalam menerapkan prokes ketat yang masih meragukan.
Kedua, angka kasus masih relatif tinggi. Belum ada penurunan secara merata di semua daerah.
"Jadi belum bisa berlaku menyeluruh," katanya.
Fakhri menyinggung soal pembelajaran daring selama setahun lebih. Menurutnya, dampaknya sangat terlihat pada penurunan kualitas siswa. Durasi belajar yang pendek dan hilangnya iklim ruang kelas, membuat daya serap siswa juga menurun.
"Efeknya sangat komplet. Semua menurun secara kualitas. Bukan saja siswa tapi juga guru," jelasnya.
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim sendiri belum akan memastikan jadwal belajar tatap muka secara nasional. Belajar tatap muka hanya akan dilakukan per zona.
Ia mengatakan, belajar tatap muka harus mempertimbangkan banyak hal. Sehingga proyeksi ini diharapkan dilaksanakan benar-benar sesuai standar keamanan.
Menurut Nadiem, panduan penerapan prokes di sekolah telah dikaji dengan matang. Panduan itu dipercaya bisa diterapkan dengan baik sehingga sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Corona.
Sebelumnya Nadiem menyetujui belajar tatap muka dipercepat. Ia beralasan, riset di banyak negara membuktikan tingkat infeksi Covid-19 pada anak sangat rendah.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
