Muh. Syakir : Jumat, 27 Agustus 2021 07:17
Ilustrasi (int)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto rencananya akan melakukan mutasi terhadap 15 camat, Jumat hari ini (27/8/2021). Sebagian besar camat dikabarkan nonjob.

Danny sudah mengisyaratkan mutasi bergelombang sejak awal. Juli lalu telah dilakukan mutasi sejumlah jaabatan eselon dua.

Kabarnya, setelah camat, mutasi akan kembali dilakukan pada beberapa jabatan eselon dua lainnya. Termasuk rotasi besar besaran pada jabatan lurah.

"Mutasi inikan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan. Agar semua program bisa berjalan dengan baik," jawab Danny terkait alasan dirinya melakukan mutasi.

Menurut Danny, banyak pejabat di tingkat eselon dua dan tiga yang tidak menunjukkan kinerja baik. Mereka lamban dalam merespons program di masyarakat.

"Ya apa boleh buat karena kita mau kerja cepat. Kita ganti itu yang kerjanya lambat. Supaya program-program jalan," papar Danny.

Mutasi ini sendiri dinilai masih kental dengan gesekan politik di Pilwali lalu. Pengamat politik Juanda H Alim melihat, mutasi tak bisa dilepaskan dari ekses politik pilwali. Tetapi ini lumrah. Sebab Danny butuh orang-orang yang bisa dia rangkul.

"Camat dan lurah yang menjabat sekarang kan kebanyakan lawan politiknya di pilwali. Kalau dia pertahankan bisa memengaruhi harmonisasi. Danny butuh orang yang bisa dia kendalikan untuk periode keduanya ini," paparnya.

Hanya saja menurut Juanda, Danny harus lebih objektif melakukan rotasi. Setidaknya masih mempertimbangkan sisi kompetensi. Bukan sekadar suka dan tidak suka.

Dikatakan Juanda, camat dan lurah ini adalah ASN. Mereka secara prinsip juga terikat loyalitas pada pimpinan.

"Sehingga menurut saya soal loyalitasnya tak perlu diragukan. Mereka saya jamin loyal ke Danny," ketus Juanda.

Adapun soal gesekan di pilwali lalu, itu karena faktor ex dari politik praktis. Setelah itu semua, Juanda yakin, ASN tetap kembali ke 'habitatnya'. Menjadi pelayan publik.

"Saya percaya camat lurah yang tadinya tak mendukung Danny sekarang sudah kembali. Pilwali sudah mereka lupakan," katanya.

Sekarang bagaimana Danny lebih objektif melihat posisi mereka. Artinya sebut Juanda, yang memiliki kompetensi tetap harus dipertimbangkan.