Muh. Chaidir : Sabtu, 28 Agustus 2021 12:02
Mural yang ditengarai merupakan kritik dari gerakan jalanan. Diduga makin minimnya oposisi membuat gerakan jalanan ini menjamur

JAKARTA, PEDOMANMEDIA, - Partai Amanat Nasional (PAN) ditengarai akan ikut arus dan hanya menyisakan PKS sebagai oposisi rezim Joko Widodo.

Hal itu diakui Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, memunculkan gerakan jalanan yang kemudian melakukan konfrontasi dengan mural.

"Oposisi secara normatif berkurang, hanya menyisakan PKS dan Demokrat, tetapi selama ini sekalipun ada PAN, jumlah komposisi tidak signifikan," ujar Adi dilansir dari kantor berita RMOL, Sabtu (28/8/2021).

Dikatakan Adi, akibat merosotnya gerakan oposisi kini sudah mulai terlihat, yakni dengan banyaknya aktivis jalanan melalui gerakan mural.

"Kabar buruknya berkurangnya oposisi di parlemen ini akan melahirkan aktivis jalanan seperti para pekerja mural. Jadi kiblat sekarang oposisi ya pekerja jalanan, bukan lagi mahasiswa, LSM atau aktivis prodemokrasi," jelasnya.

Adi menyebutkan, kemunculan aktivis mural juga disebabkan oleh merosotnya gerakan mahasiswa.

"Sementara mahasiswa sudah tidak terlampau dihitung kekuatan politiknya, karena hit and run, LSM pun begitu," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya dalam pertemuan partai Koalisi di Istana Kepresidenan, Partai Amanat Nasional turut hadir dan berkumpul bersama Ketua Partai koalisi lainnya, seperti PDI-P, Demokrat, NasDem dan lainnya.

Kehadiran PAN dalam pertemuan itu ditengarai menjadi sikapnya untuk tidak lagi menjadi oposisi. Sehingga akhirnya hanya tersisa PKS.