Pasar Subuh Ditutup, Roda Perekonomian Masyarakat Berkurang
Atto menduga aksi yang dilakukan oleh pedagang tersebut ada yang tunggangi. Dimana, Pasar Subuh di Torut telah lama dioperasikan. Namun, dengan tiba-tiba masyarakat melakukan penolakan.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Torut Atto Matandung menjelaskan bahwa jika Pasar Subuh di Torut ditutup, roda perekonomian masyarakat akan berkurang. Khususnya pedagang yang menggunakan roda dua.
Sebelumnya, puluhan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Kecil menggelar unjuk rasa penolakan Pasar Subuh di depan Gedung DPRD Torut beberapa waktu lalu.
Atto Matandung menjelaskan, jika masyarakat menolak Pasar Subuh masyarakat akan rugi sendiri. Dalam artian Pasar Subuh tersebut untuk mensuplai bahan ke pasar-pasar rakyat yang ada di kecamatan-kecamatan.
"Kalau kita tiadakan Pasar Subuh, bagaimana dengan penjual-penjual yang pakai motor dan sepeda kan disitu ambilnya setiap malam. Baru mereka bawa ke masyarakat," katanya, Jum'at (22/10/2020).
Atto mengatakan bahwa jika pihaknya memberhentikan Pasar Subuh, semua masyarakat akan lari ke pasar melakukan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.
"Kalau yang ojek-ojek itu yang ke kampung-kampung itu paling masyarakat juga akan mempertimbangkan pengeluarannya. Dari pada ke pasar lagi berapa biaya sewa mobil, berkerumun dan itu semua yang dijaga," jelasnya.
Atto juga menduga aksi yang dilakukan oleh pedagang tersebut ada yang tunggangi. Dimana, Pasar Subuh di Torut telah lama dioperasikan. Namun, dengan tiba-tiba masyarakat melakukan penolakan.
