21.023 Hektare Sawah di Wajo Gagal Panen, Kerugian Capai 460 Miliar
Data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Holtikultura Kabupaten Wajo, sebanyak 21.023 hektare lahan petani padi di Wajo gagal dipanen dan mengakibatkan kerugian hingga Rp 462 miliar.
WAJO, PEDOMANMEDIA - Dampak banjir pada Sabtu, 28 Agustus 2021 di Kabupaten Wajo tak hanya menggenangi permukiman warga. Ribuan hektare sawah, ladang jagung serta tambak milik warga terendam dan menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Holtikultura Kabupaten Wajo, sebanyak 21.023 hektare lahan petani padi di Wajo gagal dipanen dan mengakibatkan kerugian hingga Rp 462 miliar.
Sementara untuk jagung sekitar 460 hektare lahan juga gagal dipanen dengan kerugian mencapai Rp 10 miliar.
"Ini data sementara per hari ini. Kemungkinan masih bisa bertambah," kata Ir Muhammad Ashar saat diskusi publik yang dilakukan Humas DPRD Wajo di Ruang Paripurna Mini, Selasa, 31 Agustus 2021.
Lebih lanjut Muhammad Ashar mengatakan, saat ini tim Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak banjir. Sembari dilakukan pendataan, pihaknya terus berupaya mencari solusi dengan melakukan koordinasi Pemerintah Provinsi dan Pusat.
"Kami baru saja menerima Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Sulawesi Selatan yang turun langsung melihat kondisi sektor pertanian kita yang terdampak banjir, serta untuk mendapatkan data yang riil. Alhamdulillah beliau merespons baik dan berjanji akan membantu mengusulkan supaya Kabupaten Wajo mendapatkan bantuan calon benih nasional dari Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya.
Sementara Kadis Kelautan dan Perikanan, Ir Nasfari mengatakan, untuk banjir kemarin, ada tiga kecamatan di Wajo yang tambaknya meluap yakni Pitumpanua, Keera, dan Sajoanging. Namun, paling parah di Kecamatan Keera karena 60 persen dari luas tambak disana meluap.
“Akibat banjir itu, petani tambak mengalami kerugian sekitar Rp10 Miliar,”ungkapnya.
Untuk membantu para petani tambak yang mengalami kerugian, mantan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo akan membantu dalam proses pencairan asuransi.
Dia mengatakan ada sekitar 400 orang yang memiliki asuransi. Dan itu akan diupayakan untuk dibantu proses pencairannya.
