Muh. Chaidir : Rabu, 01 September 2021 16:30
Prof Rudy Jamaluddin (kiri) dan Prof Nurdin Abdullah (kanan) (int)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Prof Rudy Jamaluddin akhirnya memilih mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas PUTR, Selasa sore, 31 Agustus kemarin.

Langkah itu ditengarai menjadi pilihannya menyusul namanya turut muncul dalam skema mutasi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

"Assalamualaikum wr wb. Disampaikan kepada seluruh teman-teman Dinas PUTR, khususnya Bidang Ciptakarya, bahwa mulai hari ini (kemarin) tanggal 31 Agustus 2021 Kepala Dinas PUTR Provinsi Sulsel Bapak Prof Rudy Djamaluddin telah mengundurkan diri sebagai kadis PUTR ,"

Hal tersebut disampaikan tadi sore pukul 16.30 Wita, pada ruang rapat dinas bersama sekretaris dan para kepala Bidang. Demikian pesan singkat yang dibagikan oleh Asisten III Pemprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina di grup Whatsapp.

Sebagai salah seorang yang menyandang titel Profesor, Rudi yang sempat menduduki jabatan bergengsi sebagai Plt Walikota Makassar itu memang disarankan untuk tidak terlibat dalam kerja-kerja pemerintahan dan politik.

Namun, mau bagaimana. Pada masa Nurdin Abdullah, Prof Rudy mendapatkan jabatan yang diluar ekspektasi banyak orang. Dia diangkat sebagai Plt Wali Kota Makassar

Politik memang kejam, kini Prof Rudy harus menerima kenyataan, namanya mucul dalam daftar pejabat yang terkena Mutasi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Tak ingin isu berkembang luas, Rektor Universitas Hasanuddin Ariestina Pulubuhu bereaksi. Prof Rudy segera diminta untuk kembali ke kampus.

Prof Rudy yang merupakan pakar ilmu konstruksi bangunan dan struktur beton diminta untuk berkontribusi kembali ke kampus.

Opsi itu dinilai jauh lebih baik, ketimbang mengabdi sebagai staf ahli di Pemprov Sulsel.