Senin, 06 September 2021 08:58

Hari ini Nasib PPKM Diumumkan, Mal dan Rumah Makan Minta tak Diperpanjang

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Mal dan rumah makan paling terdampak PPKM. PPKM diusul tak diperpanjang lagi karena menghambat roda usaha.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah akan mengumumkan hasil evaluasi PPKM Senin hari ini (6/9/2021). Sejumlah komponen usaha mengusul agar PPKM disetop.

Mal dan rumah makan paling getol menyuarakan penghentian ini. Kedua komponen paling terdampak PPKM ini menilai, PPKM telah menghambat roda usaha.

"Kebanyakan mal melakukan pengurangan karyawan hampir 40% sejak awal pandemi. Ini jalan satu-satunya agar bisa tetap bertahan," terang Suwandi Alqadri, pengusaha retail, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Menurut Suwandi, pembatasan jam operasi sangat merugikan. Pelonggaran memang ada tapi tetap saja menghambat pergerakan usaha. Terutama retail. Karena itu ia mendesak agar hari ini PPKM disetop.

"Jangan ada lagi perpanjanganlah," pintanya.

Aturan dalam PPKM kata dia sangat mengekang sektor bisnis. Akibatnya, usaha retail mengalami kemunduran pesat sejak PPKM level 4 berlaku.

"Kemunduran terjadi simultan. Mulai dari penurunan omzet, pengunjung sampai perputaran barang yang lambat," katanya.

Arus kedatangan barang juga sangat lambat. Kadang kadang butuh waktu dua kali lebih lama dari sebelumnya.

Menurut Suwandi, jika PPKM dengan aturan ketat berlangsung hingga akhir tahun, retail dan industri akan mengalami masalah lebih serius. Karena itu, harusnya pelonggaran itu dibuat lebih fleksibel.

"Tidak serta merta memberlakukan pengetatan yang sama pada satu daerah. Sebab ada perubahan kondisi setiap waktu antara satu wilayah dengan wilayah lain dari segi penyebaran kasus," katanya.

Sementara pengusaha rumah makan juga mengeluh karena harus dibatasi beroperasi pada malam hari. Padahal malam hari adalah waktu waktu padat pengunjung.

"40% omzet itu sebenarnya kami dapat pada malam hari. Sekarang malam dibatasi. Ya terasalah," ujar Nurul, pemilik rumah makan di Tamalanrea, Makassar.

Menurut Nurul, kalau PPKM diberlakukan lebih lama dengan aturan ketat, akan banyak rumah makan mengalami kesulitan.

"Kita kan harus bayar pajak juga. Bayar ini bayar itu. Belum lagi kalau harga-harga naik," ucapnya.

Nurul mengusulkan agar PPKM tiadakan lagi. Jangan lagi ada pembatasan jam malam.

Hari ini nasib PPKM level itu ditentukan. Apakah akan turun menjadi level 2?

"Keadaan itu dinamis. Potensi untuk turun level pasti ada," kata Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito kepada wartawan, Minggu (5/9/2021).

Namun demikian, Wiku menyebut semua keputusan ada di tangan pemerintah. Dia meminta publik untuk menunggu pengumuman pemerintah hari ini.

"Tunggu saja pengumuman pemerintah," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pada minggu lalu bahwa PPKM di Jawa-Bali diperpanjang hingga hari ini 6 September. Jokowi menyebutkan kondisi penanganan COVID-19 di Indonesia yang membaik.

 

Editor : Muh. Syakir
#PPKM #Rumah Makan #Mal Terimbas PPKM
Berikan Komentar Anda