Rabu, 08 September 2021 16:24

Rusak Jalan dan Belum Ganti Rugi Lahan Warga Baito, DPRD Konsel Minta KIC Tanggung Jawab

RDP DPRD Konsel dengan PT KIC dan warga Kecamatan Baito.
RDP DPRD Konsel dengan PT KIC dan warga Kecamatan Baito.

Ketua DPRD Konsel Irham kalenggo mengatakan DPRD bersama aliansi akan melakukan klarifikasi ulang dan peninjauan lokasi Minggu ketiga September 2021.

KONSEL, PEDOMANMEDIA - DPRD Konawe Selatan (Konsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Kilau Indah Cemerlang (KIC) dengan masyarakat Kecamatan Baito, Rabu (8/9/2021). RDP itu menindaklanjuti terkait soal ganti rugi lahan jalan rusak akibat PT KIC.

PT KIC dinilai telah merusak akses jalan Laribone yang statusnya sebagai Jalan Usaha Tani, PT KIC juga telah terbukti melanggar SK Bupati No 503/343/Tahun 2019 Tentang pemberian Izin Lokasi bagian Hak dan Kewajiban Perusahaan serta telah terbukti melakukan pengrusakan aliran sungai menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, KIC diduga telah melakukan pemalsuan HGU (Hak Guna Usaha) yang diterbitkan oleh pihak BPN Kabupaten Konawe Selatan 2014 dan telah melakukan pembohongan kepada masyarakat dengan tidak melakukan ganti rugi tanaman tumbuh masyarakat.

Baca Juga

Jurmawan salah seorang warga Kecamatan Baito mengatakan upaya masyarakat yang dilakukan semenjak masuknya PT KIC yakni memperbaiki jalan swadaya sepanjang 3 KM yang rusak parah, serta izin lokasi PT KIC adalah tanaman tebu, tapi fakta di lapangan adalah tanaman kelapa.

"Kami meminta agar PT KIC tidak melakukan aktivitas di dua desa yaitu Sambahule dan Baito. Juga pihak PT KIC tidak boleh masuk mengolah lahan, bagi lahan yang belum diganti rugi," jelasnya.

"Kami seluruh masyarakat Baito tidak menerima lagi negosiasi dengan kata lain tidak menerima perusahaan PT KIC masuk di wilayah Kecamatan Baito," tambahnya.

Ia menilai PT KIC tidak konsisten dengan hasil rapat di balai desa pada 23 Februari 2021 lalu yang katanya akan menyelesaikan ganti rugi lahan.

"Banyaknya manipulasi dari PT KIC termasuk lahan dan tanaman masyarakat sudah ditumbangkan tapi belum dibayarkan seharusnya PT KIC konfirmasi dengan pemilik lahan," jelasnya.

Setelah mendengarkan keluhan dari masyarakat Kecamatan Baito, Ketua DPRD Konsel Irham kalenggo mengatakan DPRD bersama aliansi akan melakukan klarifikasi ulang dan peninjauan lokasi Minggu ketiga September 2021.

"Jika pihak perusahaan sudah melewati HGU berarti sudah melakukan pelanggaran. Harusnya verifikasi lahan, ganti rugi dan olah. PT KIC juga harus siap memperbaiki jalan setelah cuaca bagus, terkait dengan ganti rugi akan dibicarakan ulang sebab belum tuntas. Lahan masyarakat yang belum diganti rugi dan diselesaikan, PT KIC tidak boleh melakukan aktivitas," jelasnya.

Mendengar keluhan masyarakat, PT KIC menjelaskan terkait pergantian tanaman tumbuh.

"Bukan berarti kami tidak ingin mengganti tetapi kami masih memverifikasi dan Agustus 2014 telah terbitkan HGU, lagi proses dan butuh waktu," jelasnya.

 

Penulis: Edy

Editor : Jusrianto
#PT KIC #DPRD Konsel #Ganti Rugi Lahan
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer