Muh. Syakir : Kamis, 16 September 2021 16:37
Ilustrasi (int)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah dan KPU berbeda usul soal hari pemungutan suara Pemilu 2024. Mendagri mengusulkan pencoblosan digelar April, KPU minta dua bulan lebih awal.

KPU memberi beberapa pertimbangan akan hal itu. Terutama soal mepetnya jadwal Pemilu dengan Pilkada seretak.

"Sudah kita pertimbangkan rentang waktu Pemilu dan pilkada. Sehingga hari H pencoblosan 21 Februari 2024 dianggap lebih ideal," ujar Ketua KPU Ilham Saputra. 

Mendagri Tito Karnavian dalam rapat dengan Komisi II DPR RI, siang tadi mengungkapkan, pemerintah tetap mengusulkan hari pencoblosan digelar April. Bahkan masih memungkinkan diundur sebulan. Ke Mei 2024.

"Memungkinkan kita undur ke Mei. Kalau kita majukan ke Februari maka tahapannya pasti maju lebih awal," jelasnya.

Menurut Tito, ini bisa mengganggu program-program pemerintah. Dan akan berbenturan dengan masa reses DPR.

Efek politiknya adalah terjadinya polarisasi di masyarakat. Sangat mungkin stabilitas keamanan juga menjadi lebih rentan.

"Belum lagi soal pandemi yang masih ada. Kalau Februari digelar situasi akan memanas di akhir 2023. Dan itu memengaruhi jalannya pemerintahan," paparnya.

Tito beranggapan usulan KPU tidak serta merta ditolak. Ini akan dibahas lebih jauh bersama kementerian dan lembaga terkait agar keputusannya benar benar mencerminkan kebersamaan.

Kembali ke Ilham. Ia mengatakan, dimajukannya jadwal ini karena KPU mempertimbangkan waktu penyelesaian sengketa Pemilu legislatif dan Pemilu presiden yang akan mepet dengan tahapan pilkada serentak.

"Sengketa Pemilu legislatif itu alot. Bisa memakan waktu lama. Jangan sampai ini terlalu dekat dengan pilkada di akhir tahun," sebutnya. 

KPU juga memperhatikan beban kerja badan ad hoc pada tahapan pemilu yang beririsan dengan tahapan pemilihan. Badan ad hoc akan bekerja ekstra pada tahapan menjelang dan setelah Pemilu. 

Ilham mengatakan, proses pemungutan suara juga sudah diperhitungkan agar tidak bertepatan dengan hari raya keagamaan. 

"Ini juga harus kita kalkulasi. Karena setelah Februari ada Ramadhan dan Idul Fitri di bulan April," kata Ilham.