Tertinggi Kedua di Sulsel, Bone Serap KUR Rp884 Miliar
Realisasi kredit mikro di Kabupaten Bone sebesar Rp673,40 miliar.
BONE, PEDOMANMEDIA - Meski dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone sampai dengan Agustus 2021 mencapai sebesar Rp884,12 miliar dan merupakan tertinggi kedua bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal tersebut berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan Agustus 2021, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp884,12 miliar dan mengalami pertumbuhan sebesar 27,37% bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp694,14 miliar.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone juga merupakan yang terbesar kedua setelah Kota Makassar yaitu sebanyak 121.999 debitur atau 9,88% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 247.048 debitur sampai dengan bulan Agustus 2021.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp673,40 miliar atau 76,17% dari total realisasi sebesar Rp884,12 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp190,61 miliar atau 21,56%, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp20,11 miliar atau 2,28%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan Agustus 2021 yaitu sebesar Rp752,45 miliar atau 85,11% dari total sebesar Rp884,12 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp63,45 miliar atau 7,18%. Bank BNI sebesar Rp51,52 miliar atau 5,83%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp11,70 miliar atau 1,32%, BRI Syariah sebesar Rp2,95 miliar atau 0,33%, dan BPD Sulselbar sebesar Rp2,06 miliar atau 0,23%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan Agustus 2021 yaitu sebesar Rp561,51 miliar atau 63,51%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp221,59 miliar atau 25,06% dan sektor Perikanan sebesar Rp33,96 miliar atau 3,84%. Sedangkan sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangtumbuhkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman, Jumat (18/9/2021) berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR.
"Berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. UMKM bangkit, Indonesia Kuat," ungkapnya.
