Senin, 20 September 2021 11:18

Ekonom Soal Ancaman Gelombang 3 Corona Desember: Ekonomi Mati Suri

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Jika situasi pandemi terus membaik, recoveri ekonomi akan lebih cepat. Tetapi jika terjadi anomali kasus, maka proses pemulihan juga akan alot.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ekonom memperingatkan dampak luas yang bisa muncul jika gelombang Corona Desember nanti tak bisa dibendung. Ekonomi disebut akan sampai di fase paling mematikan.

"Ya mati suri. Sekarang saja ekonomi sudah jatuh sangat dalam," ujar pengamat ekonomi Asriadi Djamaluddin, Senin (20/9/2021).

Ia menjelaskan, pemerintah sudah melonggarkan PPKM dengan membuka interaksi sosial. Namun kebijakan ini belum sepenuhnya mampu mereduksi ekonomi nasional.

Baca Juga

"Kita belum bisa melihat dampaknya secara positif. Kita akan melihatnya apakah pelonggaran ini cukup prospektif atau tidak. Butuh berbulan-bulan. Kalau ada lagi gelombang baru maka apa yang kita bangun sekarang akan sia-sia," ujar Asriadi.

Menurut Asradi, jika situasi pandemi terus membaik, recoveri ekonomi akan lebih cepat. Tetapi jika terjadi anomali kasus, maka proses pemulihan juga akan alot.

"Semua tergantung kondisi. Naik turunnya pandemi ini membuat ekonomi sulit stabil. Pembatasan sosial itu efeknya multi," paparnya.

Sebelumnya pada pengamat juga menilai pelonggaran hanya sedikit memberi dampak pada sektor ritel. Adapun pada industri dan jasa masih terjadi tekanan yang menyebabkan biaya operasional membengkak.

Namun dibanding PPKM darurat, pelonggaran ini sedikit memberi ruang pada usaha kecil dan menengah. Banyak jenis UMKM bisa mulai bangkit dengan toleransi waktu beroperasi yang lebih panjang.

"Karena tidak sedikit UMKM itu mengais pendapatan di malam hari. Kalau waktunya lebih longgar maka potensi market juga membaik. Sebaliknya pembatasan waktu operasi membuat UMKM kehilangan pangsa," ujar analis ekonomi Sjamsul Ridjal.

Sjamsul menganalisis, pada industri masih ada potensi negatif terjadinya PHK massal. Pasalnya upaya pemulihan industri bukan sekadar pada pelonggaran jam operasi. Tapi juga kebijakan sektoral.

Ia memprediksi Indonesia sulit mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi ideal jika PPKM diterapkan berkepanjangan. Sejumlah sektor penopang justru diramal melambat.

PPKM akan membuat sektor sektor penopang ekonomi tidak produktif. UMKM akan terdampak, industri sampai jasa juga ikut terimbas.

Kata Sjamsul, PPKM Darurat banyak membatasi pergerakan arus barang dan jasa. Sirkulas distribusi yang mengalami hambatan membuat biaya operasional naik dan memperlambat produktivitas.

Pada gilirannya, jika kondisi ini berkepanjangan akan memberi tekanan pada sektor usaha. Biaya operasional membangkak. Poduksi melemah dan akhirnya satu satunya upaya untuk tetap bertahan adalah memangkas karyawan.

"Ujungnya adalah pengurangan karyawan. Dan akan terulang kembali kondisi seperti tahun lalu saat terjadi PHK besar besaran," katanya.

Karena itu para pengamat tidak yakin pemerintah mampu mengembalikan prospek ekonomi tahun ini. Apalagi sampai menargetkan pertumbuhan di atas 7%.

Upaya terpenting sekarang adalah menjaga konsumsi. Jangan sampai kembali terpuruk dan memicu kembali resesi.

Editor : Muh. Syakir
#Ekonomi #Pandemi #Ekonomi Terdampak Corona #Corona #PPKM
Berikan Komentar Anda