Minggu, 25 Oktober 2020 21:18

Marak KDRT di Bulukumba, Begini Tanggapan Legislator Andi Soraya

Legislator Bulukumba Andi Soraya.
Legislator Bulukumba Andi Soraya.

Andi Soraya meminta pemerintah untuk terus memberikan perhatian dan meminta penegak hukum memberikan jerat hukum yang sesuai kepada pelaku KDRT.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Anggota DPRD Bulukumba Andi Soraya Widyasari angkat bicara terkait meningkatnya kasus KDRT di Bulukumba. Salah satunya KDRT yang menimpa Ay.

Menanggapi kejadian peningkatan kasus KDRT di Bulukumba, Andi Soraya Widyasari yang merupakan Anggota DPRD Kab.Bulukumba dari F.PKB, dan juga menjadi Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak KNPI Bulukumba turut angkat bicara.

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak KNPI Bulukumba itu menyesalkan peningkatan KDRT di Bulukumba, apalagi selain ibunya yang jadi korban juga ada korban lainnya yaitu anaknya sendiri.

Baca Juga

"Saya sebagai perwakilan masyarakat di DPRD, akan menindaklanjuti dengan meminta tim reaksi cepat (TRC) yang dibentuk oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk terus mendampingi korban baik secara psikologinya maupun pendampingan secara hukum," jelas Andi Yaya

Ke depan, kata Andi Yaya, ia juga berharap adanya keadilan bagi kaum perempuan yang akan semakin tersudutkan jika hukum tidak ditegakkan.

"Saya sebagai perempuan juga turut merasakan kepedihan jika ada perempuan yang direndahkan dengan kekerasan fisik seperti ini," jelasnya.

Terkait kasus yang menimpa Ay, ia berharap kasus KDRT di Bulukumba dapat berkurang dengan penanganan hukum yang Adil, sehingga menimbulkan efek jera bagi pelakunya.

"Olehnya itu kami meminta kepada pemerintah untuk terus memberikan perhatian dan meminta penegak hukum memberikan jerat hukum yang sesuai kepada pelakunya," jelasnya.

Diketahui, ekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami oleh Ay pada Januari 2020 lalu, pelaku kini sudah dijatuhi hukuman. Hanya saja korban tak terima putusan hakim tersebut.

Diceritakan Ay soal kronologis awal kejadian penganiayaan dirinya. Menurutnya, kekerasan fisik yang dialaminya sudah berulang kali terjadi.

Puncak kejadian pada 15 Januari lalu. Saat itu karena Ay terlambat pulang usai keluar rumah untuk memperbaiki ponsel. Hingga Pelaku tak terima alasan sang istri yang kehabisan bensin.

“Padahal saya cuma keluar satu jam. Dia langsung sambut saya di kamar dengan marah dan cekcokpun berlangsung, tapi sebenarnya kekerasan yang saya alami itu sudah berulang-ulang,” jelasnya.

Pelaku dan korban kemudian terlibat adu mulut. Ay menceritakan, Ra dengan emosi langsung menampar dirinya di depan anak pertama mereka. Tak cukup dengan tamparan, Ra kemudian menyeret dan mendorong Ay ke pintu hingga keningnya lebam lalu ia keluar dari kamar. Tak lama Ra kembali ke kamar dan mendorong Ay ke arah tempat tidur, dia menindis perut dan mencekik sang korban.

“Sebelum dia cekikka, anakku yang pertama umur lima tahun sempat na tendang ayahnya. Anak ke dua untungnya tidurji kasian,” ungkap AR.

Usai keluar putusan atas laporan KDRT yang ia laporkan pada Januari lalu, Ay kemudian menyayangkan putusan jaksa yang memvonis Ra 3 bulan penjara saja.

"Vonis KDRT yang kualami hanya tiga bulan hukuman terhadap pelaku, adilkah? Itu bukan hukuman KDRT", sesal Ay sambil menuliskn beberapa status di instagram sambil menandai pengacara senior Hotman Paris.

 

Penulis : Khaerul Fadli
Editor : Jusrianto
#DPRD Bulukumba #KDRT #Andi Soraya
Berikan Komentar Anda