Jawab 'Nyanyian' H Momo, KPK Tetap Yakin Duit Mengalir ke Nurdin Abdullah
Saksi kunci ada di Sari Pudjiastuti dan Syamsul Bahri. Mereka akan kembali dihadirkan untuk membeberkan ke mana saja aliran dana tersebut.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi kesaksian H Momo yang mengaku tidak pernah menyerahkan uang kepada Nurdin Abdullah. KPK yakin uang yang diterima Sari Pudjiastuti turut mengalir ke Nurdin.
"Kalau kami ya yakin, sesuai dakwaan," ujar JPU KPK, Riswandono, Kamis (23/9/2021).
Dalam kesaksiannya siang tadi, H Momo mengaku menyerahkan uang Rp1 miliar kepada Sari. Ia menyebut tak pernah berinteraksi dengan NA soal uang yang diserahkan itu.
Riswandono mengatakan saksi kunci ada di Sari Pudjiastuti dan Syamsul Bahri. Mereka nantinya akan kembali dihadirkan di persidangan untuk membeberkan ke mana saja aliran dana tersebut.
"Kita akan hadikan kembali mereka," katanya.
Berdasarkan keterangan Ajudan Gubernur Sulsel, Salman pada 3 Juni lalu diketahui bahwa Nurdin Abdullah pernah memintanya untuk bertemu dengan Sari Pudjistuti.
"Saya diperintahkan untuk ketemu Bu Sari, pesannya untuk ambil titipan," ujar Salman saat menjadi saksi.
Ia kemudian menghubungi Sari, menyampaikan pesan Nurdin Abdullah. Sari sendiri saat itu sedang berada di Hotel The Rinra.
"Bu Sari saya jemput (di Hotel) lalu minta diantar. Dia bilang jalan saja dulu. Ternyata tujuannya ke Vida View," katanya.
"Yang pindahkan uangnya saya tidak kenal. Kopernya warna kuning," jelas Salman.
Anggota Polisi itu mengaku tak tahu isi koper tersebut saat itu. Ia kemudian menanyakan ke Sari dan dijawab uang.
Setelahnya, Salman kemudian kembali mengantar Sari ke Hotel The Rinra. Sementara uang yang dikoper dibawa ke Bank Mandiri Panakkukang. Salman mengatakan Nurdin menginginkan uang cash Rp 800 juta.
Kata Salman, itu sesuai perintah dari Nurdin Abdullah. Setelah mengambil titipan, agar Kiranya segera dibawa ke bank dan ketemu dengan orang bank bernama Ardi.
Uang pun berhasil ditukar namun karena cash saat itu tidak mencukupi, Salman hanya membawa pulang Rp 400 juta.
Uang baru yang Rp400 juta itu kemudian dibawa Salman ke rumah jabatan. Ia menaruhnya di atas meja kerja Nurdin Abdullah.
Namun, Nurdin memerintahkan lagi agar uang Rp400 juta diambil lagi di bank Mandiri. Posisi Nurdin saat itu masih di kediamannya.
"Pak Nurdin saat itu masih di kediamannya, jadi saya simpan di meja beliau. Saya kembali ke Perdos untuk laporkan dan disuruh ambil lagi (Rp400) juta. Saya ketemu Pak Ardi lagi untuk ambil sisanya," kata Salman.
Uang itu hanya ditaruh di kantong plastik. Kemudian dibawa lagi ke rujab dan diserahkan ke Nurdin di ruangan kerjanya.
