Jumat, 24 September 2021 09:12

Pengangguran di Desa Tumbuh Pesat, AIA Soroti Kementerian PDTT

Andi Iwan Darmawan Aras
Andi Iwan Darmawan Aras

Kementerian PDTT memiliki peran vital dalam penekan angka pengangguran. PDTT dituntut menciptakan terobosan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menyoroti tingginya populasi pengangguran sejak pandemi. Ia menilai, daya serap lapangan kerja menurun karena tak ditopang program konkret.

"Harus ada program konkret untuk mengatasi pengangguran. Dibutuhkan sinergitas antarkementerian agar solusinya Efektif," jelas AIA dalam kunjungan kerja ke Makassar baru-baru ini.

Dalam kunjungannya, AIA menyempatkan meninjau Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BPPMDDTT) Makassar. Ia menyampaikan beberapa hal terkait program Kementerian PDTT yang menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga

AIA mengatakan, Kementerian PDTT memiliki peran vital dalam penekan angka pengangguran. PDTT dituntut menciptakan terobosan agar bisa mendorong daya serap lapangan kerja.

"Persoalan terbesar kita sejak pandemi adalah pengngguran. Ini tumbuh sangat tinggi. Kita butuh solusi agar para penganggur itu kembali terserap," jelasnya.

AIA mengusulkan program padat karya dikembangkan. Program-program padat karya harus dapat diisi oleh tenaga-tenaga kerja yang belum terakomodir di program-program lainnya.

Ia juga meminta agar para pendamping desa yang sudah ada tidak lagi menjadi pendamping-pendamping kegiatan di program-program padat karya lainnya. Sehingga, lapangan kerja dapat terbagi secara merata kepada masyarakat bawah.

Selain itu, Andi Iwan Aras meminta Kementerian Desa PDTT untuk meningkatkan program potensi desa wisata khususnya yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Program menurutnya butuh sinergikan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Komisi V DPR mendorong berbagai potensi di desa-desa yang mungkin belum tersentuh oleh Kemenparekraf dapat dioptimalkan dalam program Kementerian Desa PDTT. Termasuk, mendorong desa-desa dapat meningkatkan kreativitas dengan memiliki produk-produk andalan di desa masing-masing yang dapat menjadi PAD desa," papar AIA.

Makassar jadi Pusat Urbanisasi

Makassar diperkirakan menjadi salah satu daerah tujuan urbanisasi dengan populasi tertinggi di Indonesia timur. Jika kondisi ini tak terkendali, bakal memicu beragam problem sosial.

"Makassar akan menghadapi masalah sektoral paling pelik yaitu pengangguran. Karena urbanisasi yang datang adalah dominan kelompok dengan skill rendah," jelas peneliti sosial ekonomi Andi Tenri Farida.

Menurut Tenri, penduduk urban ini sulit teserap lapangan kerja di sektor riil. Karena tidak memiliki kemampuan personal yang memadai. Baik dari segi pendidikan formal maupun keterampilan.

Mereka hanya akan menjadi beban bagi daerah. Keberadaannya akan mendorong lahirnya banyak problem sosial.

"Akan muncul banyak tindak kriminalitas. Permukiman kumuh akan lebih padat. Karena kebanyakan mereka akan menempati strata permukiman kelas dua," jelas Tenri.

Kata Tenri, pengangguran di Indonesia menembus angka mengkhawatirkan. Fenomena sosial ini diprediksi juga bisa memicu tumbuhnya populasi kawasan pelacuran di kota besar.

"Konsekuensi pengangguran adalah gejolak situasi sosial. Ini akan membentuk sebuah fase di mana kriminalitas jalanan akan sangat tinggi," ujar Andi Tenri.

Menurut Tenri, saat pengangguran di desa dan di kota tumbuh, masyarakat urban akan menyerbu kota dan mencari alternatif pekerjaan. Mereka yang datang biasanya tidak dibekali skill. Dan bermukim di kawasan kawasan padat di strata marginal.

"Di sini akan muncul banyak efek sosial. Kriminalitas jalanan. Juga termasuk akan mendorong lahirnya praktik praktik pelacuran," jelas Tenri.

Kenapa pelacuran tumbuh? KataTenri, karena alternatif pekerjaan bagi kaum perempuan semakin sempit. Keadaan membuat perempuan menjadi korban pertama yang akan menerima efek sosiologis.

"Jadi jangan heran nanti kalau tumbuh tempat tempat baru pekerja seks komersial. Dan itu akan lahir dengan berbagai kelas. Dari kelas hight sampai kelas bawah," paparnya.

Tenri mengingatkan, tumbuhnya kawasan pelacuran akan berdampak luas. Ada multiefek negatif yang lahir di masyarakat nanti. Dan itu kata dia, tak bisa dibendung karena akan mengubah psikologi sosial.

"Berbahaya sekali. Jadi tumbuhnya angka pengangguran itu efeknya besar. Bagi sebagian kaum perempuan, melacur adalah pilihan paling mungkin," imbuhnya.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Muh. Syakir
#Andi Iwan Darmawan Aras #Kementerian PDTT #Populasi Pengangguran
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer