Senin, 27 September 2021 10:45

Hanya 36 Orang Lolos Seleksi Guru PPPK, Bupati Torut Surati Kemenpan RB

Surat Bupati Torut kepada Kemenpan RB.
Surat Bupati Torut kepada Kemenpan RB.

Ombas berharap usulan tersebut dapat disetujui oleh Kemenpan-RB. Setidaknya ada pertimbangan sebagai daerah dengan rasio kekurangan guru yang tinggi.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Pelaksanaan seleksi guru PPPK tahap I di Kabupaten Toraja Utara menuai hasil kurang memuaskan. Dari 1.180 peserta, hanya 36 orang yang dinyatakan lolos passing grade.

Bupati Toraja Utara Yohannis Bassang mengaku kecewa dengan hasil itu. Senin (27/9/2021) ia melayangkan surat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Kita layangkan surat sebagai bahan pertimbangan. Karena ini hasil yang di luar perkiraan. Sementara kita butuh tenaga guru yang cukup besar," terang Yohanis, Senin (27/9/2021)

Baca Juga

Seleksi guru PPPK dilaksanakan pada 3-16 September 2021. Seleksi diikuti sebanyak 1.180 peserta dari 1.211 pendaftar.

Dari 36 peserta yang dinyatakan lolos, maka secara persentase hanya berkisar 3,05%. Angka ini terbilang rendah dibanding tingkat kebutuhan yang harusnya terpenuhi.

"Dengan hasil ini, Pemerintah Toraja Utara melakukan langkah untuk mengajukan usulan kepada Kemenpan-RB. Kita memberi beberapa poin dari usulan itu. Terutama soal jumlah guru dan tenaga honorer yang telah lama mengabdi agar mendapatkan prioritas," papar Ombas.

Adapun Empat usulan Pemda Toraja Utara sebagai berikut :

1. Proses Seleksi PPPK Guru diberikan Otoritas kepada Pemda Toraja Utara sebagaimana yang diatur dalam UU nomor 23 tahun 2004 pasal 13 ayat 4.

2. Afirmasi (penetapan) untuk usia 35 tahun ke atas di naikkan dari 15% menjadi 50%,

3. Memprioritaskan peserta yang telah mengabdi sebagai Tenaga Kontrak Daerah selama 7 tahun ke atas.

4. Passing grade kelulusan Kompetensi Teknis Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran diturunkan.

Ombas berharap usulan tersebut dapat disetujui oleh Kemenpan-RB. Setidaknya ada pertimbangan bagi Torut sebagai daerah yang memiliki rasio kekurangan guru yang tinggi.

"Lewat seleksi ini sebenarnya kita ingin memperjuangkan nasib guru. Minimal kebutuhan guru tertutupi dulu. Karena kita benar-benar sangat kekurangan," katanya.

Selain itu menurut Ombas, ada tenaga guru honorer yang sudah lama mengabdi yang harus ikut diperjuangkan. Dan kata dia, seleksi tahun ini dianggap sebagai momentum paling pas.

"Melalui kesempatan ini, kami sangat berharap usulan kami dapat disetujui oleh Kemenpan RB," kunci Ombas.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Seleksi PPPK #Bupati Torut Yohanis Bassang #Ombas #Pemkab Torut
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer