Rabu, 29 September 2021 22:47

Setelah Dibantah NA, KPK Uji Keterangan Pemberian Rp 2,2 M dari Feri

Sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi pejabat negara Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah (ist)
Sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi pejabat negara Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah (ist)

Yusman lebih lanjut tak menampik jika dirinya menjanjikan kepada Syamsul Bahri untuk menyerahkan amanah Feri Tandiari dua hari kemudian.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menguji keterangan Feri Tandiari yang sebelumnya mengaku menitipkan uang bantuan Rp 2,2 miliar untuk terdakwa NA melalui perantara Syamsul Bahri.

Rabu 29 September siang tadi, JPU KPK mengahdirkan Yusman Yusuf, karyawan Feri yang diketahui sebelumnya dipercayakan untuk menyerahkan dua kantong kresek berisi uang Rp 2,2 miliar pada ajudan NA Syamsul Bahri.

Dalam keterangannya, Yusman mengakui jika dirinya memang mendengar percakapan Syamsul Bahri dan Feri saat Syamsul datang berkunjung ke rumah Feri.

Baca Juga

Meski sempat diragukan keterangannya, Yusman mengaku mendengar percakapan itu dengan cukup jelas, sebab dirinya hanya berjarak sekitar 3 meter dari kedua orang tersebut.

"Kira-kira tiga meter pak. Hanya dibatasi penghalang seperti itu," ujar Yusman saat dicecar pertanyaan oleh kuasa hukum terdakwa Nurdin Abdullah.

Yusman lebih lanjut tak menampik jika dirinya menjanjikan kepada Syamsul Bahri untuk menyerahkan amanah Feri Tandiari dua hari kemudian.

"Saya sempat antar keluar pak Syamsul disitu saya bilang nanti kita ketemu dua hari lagi. Kemudian saya masuk kembali menemui pak Feri dan diserahkan tiga kantong kresek berisi uang," ujar Yusman.

Hanya saja, Yusman mengatakan sesaat sebelum menyerahkan uang pada Syamsul Bahri, uang itu kemudian dimasukkan pada dua kardus cokelat.

"Uang dalam kantong kresek saya buka. Isinya uang pecahan 100 ribu sama 50 ribu. Itu saya masukkan kedalam kardus air minum satunya lagi kardus mie. Totalnya 2,2 miliar," ungkapnya.

Selanjutnya uang itu lantas diserahkan Yusman pada Syamsul Bahri. "Iya saya kasih pak Syamsul Bahri," tukasnya.

Menanggapi keterangan Yusman, pengacara terdakwa lantas angkat suara. Kata Dia, uang sebanyak Rp 2,2 miliar adalah uang yang sangat banyak. Sangat tidak mungkin uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu muat dalam dua kardus sesuai keterangan Yusman.

"Saya pikir uang sebanyak itu tidak mungkin muat dalam kardus. Apalagi dalam pecahan 100 ribu dan 50 ribu. Saya ingatkan saudara saksi (Yusman) anda sudah disumpah," tukasnya.

Kendati begitu Jaksa Penuntut Umum KPK, Siswandono menjanjikan akan menghadirkan kembali Syamsul Bahri.

KPK menyakini uang dari Feri Tandiari memang sampai ke tangan terdakwa Nurdin Abdullah.

"Makanya kedepan kita akan hadirkan Syamsul Bahri. Kita akan dengar keterangannya seperti apa, akan kita uji keterangan ini," tukasnya kepada Wartawan.

Editor : Muh. Chaidir
#Kasus suap dan gratifikasi NA #Hukum #Tersangka Kasus Korupsi #PN Makassar #KPK
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer