Jusrianto : Selasa, 27 Oktober 2020 14:51
Jubir RaPi Wahidin Kusuma Putra.

MUNA, PEDOMANMEDIA - Juru Bicara (Jubir) Paslon Laode M Rajiun Tumada-La Pili (RaPi) Wahidin Kusuma Putra menilai Rusman Emba membohongi masyarakat Desa Walengkabola, Kecamatan Tongkuno. Pasalnya warga masih membeli air bersih.

Wahidin menuturkan, kampanye Calon Bupati (Cabup) Rusman Emba di Desa Walengkabola pada 24 Oktober 2020 silam menyampaikan bahwa pihaknya sukses membangun sarana air bersih di Kecamatan Watopute.

Menurut Wahidin, apa yang disampaikan calon bupati petahana ini berbanding terbalik dengan fakta yang ada di lapangan.

"Fakta yang ada warga Kecamatan Watopute sampai hari ini masih membeli air. Kita menyimpulkan bahwa Rusman Emba menyampaikan sesuatu kepada publik tak sesuai dengan kondisi real di lapangan," jelas Wahidin via WhatsApp, Selasa (27/10/2020).

Kata dia, dari sudut pandang etika politik pemimpin yang menyampaikan informasi yang tak benar sangat tidak bagus. Dan ini akan menimbulkan krisis kepercayaan terhadap publik.

"Untuk menguji kebenaran informasi yang diutarakan oleh pak Rusman tersebut masyarakat Desa Walengkabola boleh mengecek langsung di lapangan. Hasil pantauan RaPi, masyarakat Kecamatan Watopute hingga detik ini masih membeli air. Artinya saat ini masyarakat Desa Walengkabola diberikan berita yang tak sesuai dengan keadaan sebenarnya," imbuhnya.

Wahidin menduga konten kampanye Rusman Emba tersebut motifnya untuk mengelabui masyarakat karena di Desa Walengkabola dan Kecamatan Watopute sama- sama mengalami krisis air bersih.

"Rusman mempengaruhi masyarakat Desa Walengkabola dengan klaim keberhasilan membangun air bersih di Watopute, namun apa yang disampaikan itu sama sekali tidak sesuai fakta. Informasi yang tak benar ini akan melukai hati nurani rakyat Desa Walengkabola," sambungnya.

Wahidin Kusuma Putra mengatakan atas peristiwa yang tak terpuji ini pihaknya menghimbau masyarakat untuk mempertimbangkan memilih pemimpin yang diragukan integritasnya.

"Poin pertama seorang pemimpin yang dilihat adalah integritas. Kalau integritas sudah diragukan pelan-pelan kepercayaan masyarakat akan hilang bersama waktu," jelasnya.

Wahidin menambahkan hal berbeda dengan sikap politik RaPi. RaPi menyampaikan program unggulannya. Dan program tersebut merupakan keberhasilan pembangunan saat memimpin Muna Barat.

"Janji-janji politik RaPi objektif dan realistis. Capaian program yang telah ditorehkan RaPi di Muna Barat disampaikan sesuai fakta yang ada. RaPi juga memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan janji-janji politiknya. RaPi juga menyusun program berdasarkan aspirasi masyarakat. Inilah yang kemudian mendorong masyarakat antusias untuk memenangkan RaPi pada Pilkada Muna 2020 ini," tutupnya.

 

Penulis: Muhamad Abduh