Senin, 11 Oktober 2021 22:09

Hakim Vonis Mati Aipda Roni, Terbukti Perkosa dan Bunuh Dua Wanita Cantik

Suasana persidangan Aipda Roni. (Foto: Int)
Suasana persidangan Aipda Roni. (Foto: Int)

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan bagi keluarga korban.

MEDAN, PEDOMANMEDIA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan vonis terhadap oknum polisi bernama Aipda Roni Syahputra dengan hukuman mati.

Terdakwa terbukti bersalah dan ingin melakukan pembunuhan terhadap dua wanita cantik di Kota Medan.

Kedua wanita cantik yang tewas di tangan polisi Samapta Polres Pelabuhan Belawan itu adalah Riska Pitria dan Aprila Cinta. Aipda Roni terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KHUPidana tentang pembunuhan berencana.

Baca Juga

"Mengadili dan memeriksa perkara ini, dengan menjatuhkan hukuman kepada Roni Syahputra dengan pidana mati," kata majelis hakim diketuai oleh Hendra Sutardodo dalam persidangan yang berlangsung secara virtual di Cakra V di PN Medan, seperti dilansir dari VIVA, Senin (11/11/2021). ).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan hal yang memberatkan perbuatan yang menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan bagi keluarga korban.

"Perbuatan sangat meresahkan masyarakat serta salah seorang korban masih di bawah umur. Hal yang meringankan tidak ada," kata Hendra.

Putusan ini, sama seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan menuntut oknum polisi Bintara itu, pidana mati pada sidang sebelumnya. Atas putusan ini melalui kuasa hukumnya masih menyatakan pikir-pikir. Begitu pula JPU.

Mengutip tuduhan dari JPU menyebutkan kasus pembunuhan ini bermula pada hari Sabtu, 13 Februari 2021. Kedua korban datang ke Polres Pelabuhan Belawan, untuk mengajukan barang titipan korban kepada yang saat itu tengah melaksanakan tugas piket jaga tahanan.

"Terdakwa pun mengatakan kepada korban Riska "kalau mau saya carikan, di sini nomor HP Mu, nanti ku kabari pun". Korban pun memberikan nomor handphonenya," kata JPU.

Malam setiap harinya, lanjut JPU, tertariklah dengan korban Riska menghubungi korban untuk bertemu dengan alasan untuk membicarakan masalah titipan korban. Korban menolak, namun penampilan yang tertarik dan tergoda dengan korban membuat rencana.

Sepekan kemudian, sudah membuat suatu cerita seolah-olah barang yang disebutkan oleh korban ada pada saat itu. Terdakwa pun menghubungi korban yang saat itu tengah bersama dengan korban Aprilia Cinta.

Dengan segala bujuk rayu, kedua korban pun siap untuk diajak masuk ke dalam mobilnya.

"Setelah keluar dari pintu Tol Cemara Asri, terdakwa mengemudikan mobil ke arah jalan Cemara Asri dan memutar arah ke jalan Haji Anif, tepatnya di samping kiri sebuah toko Bintang Sejati Tehnik tidak jauh dari hotel Miyana di Jalan Haji Anif No.28 Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, dengan posisi bertiga masih berada di dalam mobil terdakwa, terdakwa mengatakan kepada korban Riska “masalah uangmu dan handphone nantilah kita ambil”, dijawab oleh korban R “jangan gitulah Pak”, dan terdakwa mengatakan “Ya, udah sabar dululah," sebut JPU dalam dakwaan menirukan ucapan korban.

Dikarenakan terdakwa sangat bernafsu dan sangat tertarik dengan tubuh korban Riska, terdakwa menarik tangan sebelah kiri korban. Di dalam mobil, korban sempat mendapat pelecehan dari terdakwa. Korban sempat melawan, namun akhirnya terdakwa memukul leher korban dan memborgol leher korban.

Sedangkan terhadap korban Aprilia Cinta, terdakwa membentak korban dan meminta gadis berusia 13 tahun itu diam.

Selanjutnya terdakwa membawa kedua korban ke salah satu hotel di Jalan Jamin Ginting. Di sana terdakwa menyekap kedua wanita itu.

"Terdakwa awalnya hendak memperkosa korban Riska, namun karena korban tengah menstruasi, terdakwa melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban Cinta yang masih berusia 13 tahun," kata JPU.

Terdakwa kemudian mengancam korban untuk tidak menceritakan kejadian ini. Selanjutnya membawakan kedua wanita itu ke rumahnya di kawasan Jalan Marelan, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

"Terdakwa juga mengancam istri dengan saat hendak membawakan kedua wanita yang dalam kondisi memastikan itu masuk ke rumah. Dia mengatakan keduanya merupakan tangkapan narkoba," kata JPU.

Kedua wanita yang sudah selesai dan dilakban itu disekap di kamar belakang kemudian. Usai melakukan aksinya itu, kembali ke Polres Pelabuhan Belawan untuk tugas piket.

Keesokan harinya, Minggu pagi, 21 Februari 2021, yang baru usai piket di Polres Pelabuhan Belawan pulang ke rumah. Saat kamar wanita itu disekap melihat tempat kedua mengejutkan kedua wanita malang itu tewas.

 

Editor : Amrin
#Divonis Mati #Aipda Roni #Kasus Pemerkosaan #Pembunuhan
Berikan Komentar Anda