Rabu, 13 Oktober 2021 18:51

KPK Hadirkan Arsitek Masjid Pucak, ini Yang Dia Beberkan Soal NA

Sidang lanjutan kasus dugaan suap Nurdin Abdullah, Rabu (13/10/2021).
Sidang lanjutan kasus dugaan suap Nurdin Abdullah, Rabu (13/10/2021).

Terkait ketersediaan dana dan pengeluarannya, Ruswandi mengaku hal tersebut merupakan wewenang dari panitia masjid. Mesti ada bukti transaksi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sidang lanjutan kasus dugaan suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Rabu (13/10/2021) kembali menghadirkan sejumlah saksi. Para saksi masih seputar pembangunan masjid di Kawasan Pucak Maros.

4 saksi dihadirkan. Termasuk yang lewat virtual. Kali ini KPK kembali menggali dana pembangunan senilai Rp1,3 miliar. Sidang pekan lalu, KPK juga menghadirkan panitia masjid dengan agenda yang sama.

Ruswandi, salah satu saksi yang dihadirkan siang tadi mengungkapkan, sejak awal masjid di Pucak telah mendapat bantuan dari dana CSR Bank Sulselbar dan beberapa donatur. Dana itu kata dia, dikumpulkan dalam satu rekening oleh panitia masjid.

Baca Juga

"Dan selama ini penggunaannya sama sekali tak diintervensi oleh Nurdin Abdullah (NA)," ucapnya.

"Apakah Pak NA terlibat dalam pembuatan dan penggunaan dana di rekening pembangunan masjid?" tanya Penasihat Hukum (PH) NA, Arman Hanis kepada saksi Ruswandi.

"Tidak ada, hanya panitia saja," jawab Ruswandi.

Wandi sapaan karibnya juga mempertegas bahwa Nurdin Abdullah  tidak terlibat dalam pembuatan proposal. Anggaran yang diperkirakan sebesar Rp1,3 miliar murni hasil survei Wandi bersama tim, juga diskusi dengan bendahara pembangunan masjid.

"Soal proposal kan itu diurus oleh panitia saja. Awalnya anggaran yang dibutuhkan hanya Rp700 juta, tapi diubah menjadi Rp1,3 miliar karena spesifikasi (material bangunan) dan lokasi. Masjid ini ketinggian jadi memang pondasinya harus diperkuat," terang Wandi yang juga merupakan arsitek masjid.

Terkait ketersediaan dana dan pengeluarannya, Ruswandi mengaku hal tersebut merupakan wewenang dari panitia masjid. Mesti ada bukti transaksi.

"Jadi ada beberapa kali penarikan di rekening buat beli material, upah kerja, biaya operasional pekerja. Beli material di daerah Tallasa City, kayak departemen store khusus bangunan yang berkualitas," katanya.

"Saya bilang dari jauh-jauh hari apa keperluan saya, prinsipnya kalu ada uang ya saya kerja," tambahnya.

Soal progres pengerjaan masjid, Ruswandi menyebut pembangunan masjid di pucak belum selesai, tetapi sudah masuk tahap finishing.

"Itu tidak lanjut. Saya bilang ke Pak Aminuddin (bendahara), kalau memang ada dana, bisa temui saya nanti kita lanjutkan karena untuk tempat ibadah. Tapi sejauh ini masjidnya sudah dipakai," pungkasnya.

Sekadar diketahui, JPU KPK menghadirkan lima saksi persidangan yakni Ruswandi, Aminuddin, Suardi dg Najong, Gilang Gumilar, dan Basman secara (virtual).

Editor : Muh. Syakir
#Kasus Suap Nurdin Abdullah #KPK
Berikan Komentar Anda