Kamis, 21 Oktober 2021 15:59

Prof Arismunandar: GeNose Kontroversi, Danny Jangan Abaikan Rekomendasi IDI

GeNose masih kontroversi, namun Pemkot Makassar tetap menggunakannya.
GeNose masih kontroversi, namun Pemkot Makassar tetap menggunakannya.

GeNose masih kontroversi di kalangan para ahli kesehatan. Alat ini dinilai tidak cukup valid mendeteksi virus.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pengamat pendidikan, Prof Arismunandar menyarankan Wali Kota Makassar Danny Pomanto agar tak mengabaikan rekomendasi IDI dalam penggunaan alat pendeteksi virus GeNose. Bahkan, ia setuju jika ada persetujuan BPOM lebih dulu.

"Saya setuju kalau sebelum digunakan ada rekomendasi dari IDI atau BPOM," ujarnya saat dihubungi, Kamis (21/10/2021).

Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengatakan, alat GeNose masih kontroversi di kalangan para ahli kesehatan. Alat pendeteksi Covid-19 dengan menggunakan napas ini dinilai tidak cukup valid karena belum terbukti secara ilmiah sebagai alat deteksi virus.

Baca Juga

"Harus dipastikan dulu GeNose memang akurat digunakan sebab masih kontroversi di kalangan ahli," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan GeNose buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Izin edaran tersebut telah dikeluarkan Kemenkes sejak 24 Desember 2020 lalu.

Artinya, kata Danny GeNose aman untuk digunakan sebagai alat untuk mendeteksi kesehatan.

"Tidak ngotot. Ada izin edarnya di kemenkes ada izin produksinya," ujar Danny.

Danny mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan GeNose karena Pemkot Makassar berlandaskan dengan aturan. Bukan berdasarkan maunya orang atau suaranya orang.

"Jika ada orang bilang tidak baik itu urusannya. Tidak bisa dia campur urusan pemkot. Ada dukungan memakai untuk skrining di sekolah, itu bagus sekali," katanya.

"(Pakai) harus negara ini, masa kita mau dengar orang yang tak punya otoritas kan begitu. Karena izin edar, produksi itu dari Kemenkes," tegasnya.

Sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan agar Pemkot Makassar tak menggunakan GeNos sebagai alat deteksi virus bagi pelajar yang akan melaksanakan PTM. IDI menilai GeNos memiliki tingkat akurasi rendah.

Penulis: Nurjannah

Editor : Muh. Syakir
#Wali Kota Makassar Danny Pomanto #GeNose #Prof Arismunandar
Berikan Komentar Anda