Kamis, 21 Oktober 2021 21:55

Tutup Jalan Saat Azan Magrib Berkumandang, Emak-emak Labrak Pendemo di Makassar

Emak-emak di Makassar labrak pendemo saat tutup Jalan Sultan Alauddin. (Foto: Supriadi)
Emak-emak di Makassar labrak pendemo saat tutup Jalan Sultan Alauddin. (Foto: Supriadi)

Aksi unjuk rasa blokade jalan itu, dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dengan berunjukrasa sambil menutup full jalan Sultan Alauddin Makassar.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Seorang emak-emak di Kota Makassar mendatangi pengunjuk rasa di Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (21/10/2021) petang tadi.

Dalam aksinya itu, emak-emak tersebut terlihat emosi karena terjebak macet selama dua jam akibat unjuk rasa mahasiswa yang menutup jalan.

Tak hanya itu, emak-emak itu juga jengkel karena suara azan Magrib sudah berkumandang sementara aksi para mahasiswa belum juga usai.

Baca Juga

“Eh, Islam, Islamkah kalian semua.? salat magrib. Sudah dua jam saya disini, Berdosa engkau halangi orang (mau) salat magrib, ucap emak-emak tersebut.

“Siapa mau tanggung jawab kalau orang tidak salat magrib,” tegas emak-emak berkerudung hitam itu.

“Sebentar lagi ibu, ini sudah mau selesai,” ucap seorang mahasiswa yang menghampiri.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa blokade jalan itu, dilakukan oleh sejumlah mahasiswa sambil menutup jalan Sultan Alauddin Sore.

Terlihat di lokasi penutupan jalan dilakukan dengan memalang dua truk kontainer. Satu di palang di ruas jalan arah Kabupaten Gowa, dan satunya di ruas jalan arah pertigaan AP Pettarani.

Adapun tujuan unjuk rasa tutup jalan itu dilakukan untuk mengembangkan dua tahun kinerja kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Di mata mahasiswa, beberapa kebijakan yang dikeluarkan tidak pro terhadap rakyat.

Diantaranya, tentang Omnibuslaw dan rencana amandemen Undang-undang.

Berikut tujuh poin yang disuarakan dalam pernyataan sikap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya.

1. Tegakkan supremasi hukum.

2. Tolak rencana amandemen Undang-undang.

3. Omnibuslaw Tolak.

4. Cabut UU No 19 Tahun 2019.

5. Tolak Pilkada serentak.

6. Tolak penghapusan premi BBM.

7. Mendesak Jokowi dalam penyelesaian Covid-19.

Penulis: Supriadi

Editor : Amrin
#Demo Mahasiswa #Blokade Jalan #Kritisi Pemerintah
Berikan Komentar Anda