Cerita Rosmiaty, Calon Kalem di Tator Berjuluk 'Perempuan Sejuta Inovasi'
Dengan segudang inovasi inilah, Rosmiaty KL kembali didorong menahkodai Lembang Buntu Limbong
TATOR, PEDOMANMEDIA - Menjadi satu satunya kepala lembang perempuan di Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Tator justru menginspirasinya menoreh banyak prestasi. Ia pun dinobatkan sebagai kalem 'sejuta inovasi'.
Dialah Rosmiaty KL, Kepala Lembang Buntu Limbong. Ia telah menjabat dua periode. Di Pilkalem Tator November nanti ia kembali digadang maju untuk periode ketiga.
Tercatat selama 2 periode memimpin Buntu Limbong sejumlah inovasi dan program pro rakyat berhasil dipersembahkan oleh Rosmiaty untuk masyarakat Lembang Buntu Limbong.
Rosmiaty berhasil menciptakan produk Kopi Organik pertama di Toraja. Produk ini bahkan telah mengantongi sertifikat sebagai produk kemasan kopi organik.
Rosmiaty juga berhasil membuktikan lahan perkebunan di wilayah Buntu Limbong adalah tanah yang subur. Ia menginisiasi melalui program budidaya bawang merah dan sejumlah jenis tanaman holtikultura serta program pemanfaatan lahan pekarangan yang tumbuh subur.
Lembang Buntu Limbong juga menjadi salah satu Lembang di Tana Toraja yang terpilih sebagai Kampung KB. Kampung KB adalah suatu wilayah yang memiliki kriteria tertentu di mana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistimatis.
Tak hanya itu, Rosmiaty juga berhasil membantu meningkatkan pendapatan rakyat melalui pembinaan program pembibitan tanaman lada/merica, cengkeh dan vanili.
Selama 2 periode memimpin Buntu Limbong, Rosmiaty berhasil memperjuangkan program bedah rumah untuk masyarakat Buntu Limbong. Sehingga berhasil menerima bantuan bedah rumah sebanyak 122 rumah dalam jangka waktu 2 tahun.
Ia berperan besar memperjuangkan sertifikat hak milik (SHM) melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) dalam kurun waktu 3 tahun sebanyak 300 persil (bidang).
Dan pada tahun 2019, Buntu Limbong kecipratan proyek pembangunan Embung Serbaguna dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang dengan biaya kurang lebih Rp9 miliar.
Embung ini bahkan dikonsep menjadi embung bernuansa wisata dan menjadi ikon baru di Lembang Buntu Limbong.
Pada masa pandemi Covid-19 awal tahun 2020, Buntu Limbong juga menjadi Lembang pertama di Tana Toraja yang berinovasi memberdayakan dan menggandeng penjahit - penjahit rumahan untuk memproduksi masker kain lalu dibagi ke masyarakat untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 saat itu.
Dengan segudang inovasi inilah, Rosmiaty KL kembali didorong oleh masyarakat Buntu Limbong untuk menahkodai Lembang Buntu Limbong untuk periode 6 tahun ke depan.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
