Selasa, 02 November 2021 07:45

Indonesia Izinkan Anak 6-11 Tahun Divaksin, Orang Tua Belum Siap

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Ketidaksiapan orang tua harus dipahami. Karena itu, perlu edukasi ke masyarakat mengenai keamanan vaksin.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Indonesia mengizinkan pemberian vaksinasi darurat untuk anak usia 6-11 tahun. Vaksinasi anak akan dimulai pertengahan tahun depan. Bagaimana respons orang tua?

Orang tua mengaku belum siap. Mereka ragu anak-anak cukup aman untuk menerima vaksinasi.

"Jangan dululah kalau saya. Jujur masih ragu," ujar Rawiati, warga Makassar.

Baca Juga

Menurutnya, tidak mudah untuk meyakini apakah vaksin itu cukup aman bagi anak anak. Pasalnya, efek yang bisa muncul tentu akan berbeda dengan orang dewasa.

Aktivis perempuan dan anak, Andi Tenri Farida menilai, pemberian vaksin untuk anak 6-11 tahun harus disambut baik. Hanya saja, pemerintah harus memastikan ini benar benar aman bagi anak. Baik dari efek langsung maupun dalam jangka panjang.

"Supaya orientasi amannya bisa terwujud. Jangan sampai ini hanya untuk mengejar target cakupan vaksinasi saja," ketusnya.

Tenri juga menilai, ketidaksiapan orang tua harus dipahami. Karena itu, perlu edukasi ke masyarakat mengenai keamanan vaksin.

"Sosialisasi perlu dimulai dari sekarang. Jenjangnya harus sampai ke masyarakat terbawah," tandasnya.

Pemerintah RI resmi mengizinkan pemberian vaksinasi bagi anak 5-11 tahun.

"Hari ini resmi telah diterbitkan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak 6-11 tahun. Ini telah melalui banyak pertimbangan," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers, Senin (1/11/2021).

Menurut Penny, pertimbangannya adalah aspek efikasi dan keamanan pada anak. Sebab kata dia, saat ini mobilitas anak mulai terbuka seiring dimulainya pembelajaran tatap muka.

Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, vaksinasi anak belum bisa dilakukam dalam waktu dekat. Program ini baru akan dimulai pertengahan tahun depan.

Hal ini dikarenakan pertimbangan beragam aspek, termasuk ketersediaan stok vaksin. Tidak hanya soal stok vaksin, sejumlah nakes juga perlu dipersiapkan dalam proses vaksinasi anak di bawah 12 tahun.

Izin dikeluarkan Indonesia berselang sehari setelah Kamboja mengumumkan hal yang sama. Kamboja memulai vaksinasi bagi anak usia 5 tahun hari ini. Kamboja akan menggunakan vaksin Sinovac.

"Anak usia 5 tahun di 25 kota dan provinsi akan menerima dua dosis vaksin Sinovac mulai 1 November 2021," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Or Vandine, dikutip dari Xinhuanet.

Untuk anak-anak, Kamboja mewajibkan pendamping untuk membawa sertifikat kelahiran dan sejumlah dokumen resmi.

Hingga saat ini, Kamboja dilaporkan telah memvaksinasi 13,7 juta warga usia 6 tahun ke atas. Angka ini mencakup 85,6 persen dari total 16 juta penduduknya.

Dari angka tersebut, 13,05 juga atau 81,6 persen sudah mendapatkan vaksinasi penuh dua dosis. Sementara itu 1,83 juta atau 11,4 persen sudah mendapat booster atau dosis ketiga.

Sebagian besar vaksin yang digunakan dalam program nasional di kerajaan tersebut adalah Sinovac dan Sinopharm.

Hingga saat ini, Kamboja mencatatkan total 118,321 kasus COVID-19 dengan 2.773 kasus kematian.

 

Editor : Muh. Syakir
#Vaksinasi Anak 5 Tahun #Vaksinasi
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer