Rabu, 03 November 2021 18:57

Membangun Daerah, Pemkab Lutra Rangkul Lembaga Adat

Sekda Lutra Armiadi Rapat Orientasi Kelembagaan Adat. (Foto: Ist)
Sekda Lutra Armiadi Rapat Orientasi Kelembagaan Adat. (Foto: Ist)

Menggali gagasan baru pemangku adat untuk pelestarian dan pengembangan adat-istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat dalam pembangunan daerah.

LUTRA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Pemkab Lutra) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Rapat Orientasi Kelembagaan Adat, Rabu (3/11/2021) di Baruga Latamacelling Desa Baebunta Kecamatan Baebunta.

“Rapat ini bukan merupakan seremonial saja, tapi juga sebagai wadah untuk melahirkan strategi yang bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat adat itu sendiri,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lutra, Armiadi, saat membuka rapat tersebut mewakili Bupati Luwu Utara.

Tak hanya itu, kata dia, rapat ini juga sebagai pendorong dalam membangun daerah, menumbuhkembangkan adat istiadat, nilai sosial dan budaya masyarakat dalam rangka memperkuat peran lembaga adat sebagai aset dan bagian dari budaya nasional.

Baca Juga

“Di era modernisasi dan tantangan ideologi, lembaga adat harus mengikuti perkembangan informasi dan pengetahuan yang mengalami perubahan cepat sebagai tameng budaya guna menahan laju pergeseran nilai budaya lokal dan ideologi nasional,” jelas dia.

Dijelaskannya, lembaga adat juga harus menjadi wadah pemersatu dari berbagai pemikiran dan pemahaman, sekaligus penggerak penggerak demokrasi dalam rangka peningkatan ketahanan sosial budaya berbasis kearifan lokal sesuai dengan misi Pemkab Lutra 2021-2026.

“Lembaga adat ini sebagai sarana pengembangan dan revitalisasi nilai kepahlawanan dan pelestarian nilai-nilai perjuangan masa lalu sebagai fondasi moral untuk meningkatkan daya saing di masa depan,” tuturnya.

Ia menambahkan, lembaga adat juga berfungsi sebagai wadah penguatan bagi pengelolaan aset budaya daerah dan sebagai sarana pengambilan kebijakan yang melibatkan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan negara.

“Saya berharap agar lembaga adat ini dapat menjaga kemitraan yang sejajar dengan pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan nilai-nilai kegotongroyongan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, yang kita harapkan adalah para tokoh lembaga adat menjadi pelopor gotong-royong, minimal di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” tutupnya.

Sebelumnya, Kabid Kelembagaan Sosial Budaya Masyarakat Dinas PMD, Ramlan Madjid, mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka menemukan gagasan baru pemangku adat untuk pelestarian dan pengembangan adat-istiadat dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat dalam pembangunan daerah.

Selain itu, kata dia, untuk memfasilitasi saran dan masukan lembaga adat dalam pengambilan kebijakan, terkait dengan peran serta masyarakat adat dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Hadir dalam kegiatan ini, Opu Makole Baebunta Andi Masita Kampasu, Kepala Dinas PMD Misbah, Camat Baebunta, Andi Yasir Pasandre, para tokoh agama serta para tokoh masyarakat setempat.

Editor : Amrin
#Pemkab Lutra #Lembaga Adat #Sekda Lutra
Berikan Komentar Anda