Banjir Kritik, Jalan Santai HUT Golkar Tator Picu Kerumunan
Acara Golkar ini dikhawatirkan memicu kembali naiknya kasus Corona di Tator. Warga menyesalkan Partai Golkar menggelar kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Acara jalan santai dalam rangka HUT Partai Golkar ke-57 di Tana Toraja, Jumat pagi (12/11/2021) menuai beragam kritik. Ratusan orang berkumpul dan mengabaikan prokes.
Peserta tampak saling berhimpitan. Kerumunan pun tak terhindarkan.
Acara jalan santai ini dipusatkan di Plasa Kolam Makale. Panitia terdengar berulangkali menyerukan agar peserta menjaga jarak. Namun banyaknya warga membuat kerumunan sulit dipecah.
Jalan santai mengambil star dari Gedung DPRD Tana Toraja. Lalu peserta berputar ke Terminal Makale dan Finis di Plasa Kolam Makale.
Hendrik, salah seorang warga memprotes acara Golkar yang dinilai telah memicu kerumunan. Ia juga menyesalkan tidak adanya tindakan pencegahan dari Satgas dan kepolisian.
"Apa kerjanya Satgas kenapa ini tidak ditertibkan. Inikan sudah menimbulkan kerumunan luar biasa. Bisa jadi klaster baru ini," terang Hendrik.
Hendrik mengaku sangat khawatir acara Golkar ini memicu kembali naiknya kasus Corona di Tator. Ia juga menyesalkan Partai Golkar menggelar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang.
"Harusnya kan acara-acara seperti ini jangan digelar. Kan ini ujung ujungnya orang berkerumun," katanya.
Khawatiran warga bukan tanpa alasan. Pasalnya, Tator baru saja bisa menurunkan kurva Covid 4 pekan terakhir. Agustus hingga akhir September, Tator termasuk daerah dengan kenaikan kasus paling tinggi.
Seorang warga lainnya juga mengeritik pemerintah yang memberi izin pelaksanaan jalan santai. Padahal, resepsi pernikahan dan acara-acara budaya saja masih dibatasi.
"Harusnya ini juga dilarang. Tapi herannya polisi kok diam. Satgas mana ini. Kenapa dibiarkan," ketusnya.
Indonesia terus menunjukkan indikator membaik dalam penanganan pandemi. Oktober lalu tersisa dua daerah berstatus risiko penyebaran sedang.
Keduanya adalah Tana Toraja (Sulsel) dan Murung Raya (Kalteng). Sementara daerah zona hijau terus bertambah. Ada 8 daerah di Indonesia yang dilaporkan nol kasus.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
