Jumat, 12 November 2021 21:05

Tender Tarik Ulur, Proyek Wisata Bernilai Rp14 M di Tator Batal

Kawasan wisata Ollon Tator yang siap dikerja.
Kawasan wisata Ollon Tator yang siap dikerja.

Proyek ini sementara berproses di ULP Tana Toraja. Proses tender berapa kali ditunda pengumumannya dengan alasan pemilik perusahaan tidak hadir.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Proyek pembangunan kawasan wisata Ollon, Tana Toraja, kemungkinan akan tertunda tahun ini. Proyek bernilai Rp14 miliar tersebut dibatalkan karena tarik ulur tender.

“Hari Senin kemarin saya dapat info anjuran dari pusat bahwa proyek Ollon batal. Karena waktunya sangat mepet. Sementara tender masih belum selesai," ujar Johan selaku panitia pelaksana kegiatan, Jumat (12/11/2021.

Ia mengklaim proyek tersebut lambat ditender. Sehingga seluruh tahapan ikut terhambat.

Baca Juga

Johan menjelaskan, anggaran untuk proyek ini sebenarnya ada Rp20 miliar. Seluruhnya ditangani tiga OPD.

“Jadi total dananya Rp20 miliar. Ada pada dinas PRKP, dinas kesehatan soal stunting dan ada juga di dinas PU,” bebernya.

Johan mengaku belum bisa merinci soal kelanjutan proyek. Pasalnya, tak ada kepastian soal jadwal tender.

Di tempat terpisah, Candra selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang danJasa (ULP) Tator menuding keterlambatan ini karena PPK lambat memasukan data. Akhirnya ini berimbas pada keterlambatan proses tender.

“Mungkin ada masalah di Dinas Pekerjaan Umum. Di bagian perencanaannya. Semoga besok sudah ada pengumumannya siapa yang menang,” bebernya.

Untuk diketahui bersama proyek ini sementara berproses di ULP Tana Toraja. Proses tender berapa kali ditunda pengumannya dengan alasan pemilik perusahaan tidak hadir.

Sebelumnya Ketua LSM Lembaga Pilar Rakyat Indonesia (LPRI) meminta Unit Layanan Pengadaan (ULP) LPSE Tana Toraja agar bersikap transparan dalam proses lelang proyek ruas jalan Buakayu-Ollon. Proyek ini dinilai rentan karena bernilai cukup besar. Rp14 miliar lebih.

Saat ini proses lelang sementara berlangsung di ULP Tana Toraja. Dilansir dari website LPSE, http://103.77.206.186/eproc4/, proyek ini didanai seluruhnya oleh APBD 2021. Sejumlah kontraktor besar terlibat dalam lelang.

Terdapat beberapa nama perusahaan sebagai peserta lelang. Di antaranya CV Putra Tiro, CV Sinar Putra Doping, PT Wae Tuwo Indah dan CV Achazia Tigris.

Selain itu ada pula CV Enkasumiko. Lalu CV Matariallo, PT Berkat Abadi Yuelman dan CV Konstruksi Utama. Kedelapan perusahaan masing masing mengajukan penawaran bervariasi. Dari Rp12 miliar hingga Rp14,8 miliar.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Proyek Wisata Tator #Pemkab Tator
Berikan Komentar Anda