Cimory Investasi Rp20 Miliar Bangun Pabrik Susu di Gowa
Pabrik susu ditarget rampung pada 2023 mendatang dengan nilai investasi Rp20 miliar.
GOWA, PEDOMANMEDIA - Kabupaten Gowa akan menjadi satu-satunya wilayah di luar Pulau Jawa yang akan menjadi lokasi pembangunan pabrik industri susu dari Cimory Dairyland, yang merupakan produksi dari PT Cisarua Mountain Dari (Cimory).
Peletakan batu pertama dilakukan, Senin (15/11/2021), di Kelurahan Bonto Parang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Hadir di kesempatan itu, Manager Farm PT Sumber Citarasa Alam yang merupakan anak grup dari PT Cimory, Dadang Suryana, jajaran Forkopimda Kabupaten Gowa, Pj Sekdakab Gowa, Hj Kamsina, serta Tripika Kecamatan Parangloe.
Industri pengolahan susu yang dipadukan dengan program kepariwisataan di Kabupaten Gowa ini, menelan investasi sekitar Rp20 miliar dan diharapkan memberikan multiefek bagi Kabupaten Gowa, dan Sulsel secara umum.
Tak kurang dari 300 liter susu perhari akan diserap dari kawasan ternak sapi perah di Kecamatan Tombolopao, yang dijadikan sentra pakan dan produksi susu sapi. Pengadaan sapi untuk keperluan produksi susu, akan berasal dari 200 ekor sapi perah bantuan dari Kementerian Peternakan yang didatangkan ke Gowa pada Desember 2021 mendatang.
Hal ini diungkapkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, usai melakukan peletakan batu pertama industri pengolahan susu ini.
Adnan mengatakan, industri ini akan memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat Gowa. Ekonomi masyarakat tentu akan meningkat. Untuk pengolahan dan pengembangan sapi perah, dan sudah dikirim 15 orang dari Kabupaten Gowa untuk dilatih teknik pengolahan sapi perah di Baturraden.
"Saya berharap industri ini juga akan menyerah tenaga kerja lokal. Saya ingin 70 persen tenaga kerja di Industri ini berasal dari masyarakat Gowa. Saya juga sudah meminta Disnakertrans, untuk melatih tenaga kerja lokal yang memang telah lulus seleksi oleh PT Cimory. Sehingga mereka layak untuk dipekerjakan di industri ini," ungkap putra mendiang mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo ini.
Produksi susu dari Kabupaten Gowa ini nantinya kata Adnan akan dibranding dengan nama Malino Milk. Adnan mengaku optimis invetasi ini akan berkembang, karena seluruh produksi susu telah ada pembelinya. Sehingga tinggal bagaimana peternak bisa memenuhi susu sesuai standar PT Cimory.
Manager Farm PT Sumber Citarasa Alam, Dadang Suryana mengungkapkan, investasi ini ditargetkan akan siap dioperasikan pada tahun 2023 mendatang.
"Kita target rampung pada 2023 mendatang. Nilai investasi ini sebesar Rp20 miliar. Kita fokuskan pada pembanguna mini factory dulu. Setelah terbangun baru kita ke sektor wisata dan edukasi. Kita berharap hadirnya investasi ini bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi pada masyarakat Gowa dan peningkatan sektor wisata," jelas Dadang.
Dadang juga menggaransikan bahwa komitmen PT Cimory dalam setiap usaha yang didirikan di berbagai wilayah adalah tenaga kerja lokal akan mendominasi kegiatan usaha.
"Melibatkan muatan dan kearifan lokal sudah menjadi komitmen kami di setiap usaha yang didirikan. Termasuk di sini. Tentu akan kita perhatian. Tentu tenaga kerja lokal akan mendominasi," tegasnya.
Penulis: Elien Marlina
