Rabu, 24 November 2021 08:57

PPKM Level 3 Jelang Nataru, Sandiaga Minta Pariwisata Jangan 'Tiarap' Lagi

Menparekraf Sandiaga Uno menghadiri pelantikan BPPD Sulsel, kemarin.
Menparekraf Sandiaga Uno menghadiri pelantikan BPPD Sulsel, kemarin.

Kebangkitan pariwisata harus dimulai dari sikap masyarakat. Bagaimana masyarakat merespons aturan prokes. Agar aktivitas pariwisata berjalan, namun tetap dengan kontrol.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berharap status nasional PPKM level 3 jelang Natal dan Tahun Baru tak membuat pariwisata 'tiarap' lagi. Kuncinya, aktivitas pariwisata berjalan dengan prokes ketat.

"Yang pertama adalah bagaimana membangkitkan pariwisata meski ada PPKM level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di sini, harus disikapi dengan kebijakan yang tepat agar pariwisata dan ekonomi kreatif bisa dilakukan dalam lingkup protokol kesehatan," terang Sandi saat menghadiri pelantikan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Sulsel, Selasa 23 November 2021.

Sandiaga menyampaikan, banyak hal yang perlu menjadi perhatian. Di antaranya bagaimana membangun interkonektivitas dari destinasi-destinasi yang ada di Sulsel dan bagian Indonesia Timur.

Baca Juga

Kata dia, kebangkitan pariwisata harus dimulai dari sikap masyarakat. Bagaimana masyarakat merespons aturan prokes. Agar aktivitas pariwisata berjalan, namun tetap dengan kontrol.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani yang melantik pengurus, mengatakan, bahwa ketika berbicara pariwisata, tentu berbicara tenaga kerja, dan ketika berbicara tenaga kerja tentu berbicara tentang ekonomi nasional.

"Jadi yang menjadi program prioritas kita kali ini, yang sementara kita gagas adalah bagian-bagian penting untuk menuju harapan baru. Dua hal instrumen yang sementara di gagas dan diperkuat di Sulsel ini yakni, bagaimana mempercepat perdagangan/ekspor dan membuat investasi yang lebih ramah lagi," ucap Abdul Hayat.

Dari sektor pariwisata, kata Abdul Hayat, selain pertumbuhan ekonomi, keamanan dan kepastian juga penting.

"Dan tentu investasi akan lebih ramah masuk di Sulsel. Maka, pertumbuhan ekonomi di Sulsel sebagai pintu gerbang Kawasan Indonesia Timur," terangnya.

"Saya yakin jika tim kita bagus, maka tentu Sulsel lebih bagus, dan jika Sulsel lebih bagus maka, kita berharap Indonesia akan kuat dan Indonesia akan tumbuh yang kita cintai ini," tambahnya.

Abdul Hayat meminta Kadis Kebudayaan dan Pariwisata melihat berbagai ide sebagai peluang untuk bisa mengembangkan pariwisata Sulsel.

Ditempat yang sama, Ketua BPPD Sulsel Andry S Arief Bulu mengatakan, bahwa dirinya siap bekerja sama dalam memajukan promosi ekonomi pariwisata dan memajukan ekonomi kreatif yang ada di Sulsel. Tentu dengan kehadiran dirinya beserta para anggota yang baru dilantik adalah sebagai organisasi yang merupakan mitra kerja dari stakeholder yang lain.

"Untuk itu, kami perlu dukungan dari semua stakeholder yang terkait khususnya yang berkaitan langsung dengan pariwisata untuk mari kita bersama-sama mewujudkan pariwisata Indonesia yang selama ini telah menurun akibat dampak pandemi covid-19," ucapnya.

Sehingga ke depan untuk kick off atau langkah awal dari pengurus baru yakni Pariwisata membuka lapangan kerja dan akan memperbaiki perekonomian khususnya di Provinsi Sulsel.

Andry Arief Bulu dalam memimpin BPPD Sulsel dibantu Suhardi sebagai wakil ketua, Haeruddin sebagai sekretaris dan anggota-anggota, Didi Leonardo Manaba, Muhammad Arifin, I Gede Arya Pering Arimbawa, Anggiat Sinaga, Nasrullah Karim dan Bambang Haryanto.

 

Penulis : Supriadi
Editor : Muh. Syakir
#Menparekraf Sandiaga Uno #Pemprov Sulsel #PPKM Level 3
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer