Jumat, 26 November 2021 16:32

Viral Wanita Lamar Pria, Ada Dugaan Unsur Eksploitasi Anak

Ilustrasi eksploitasi anak. (Foto: Int)
Ilustrasi eksploitasi anak. (Foto: Int)

Terlebih rencana pernikahan sang siswi SMP tersebut diduga tanpa persetujuan sang anak atau seluruh anggota keluarga si anak.

PINRANG, PEDOMANMEDIA - Dibalik viralnya kejadian wanita melamar pria dengan mahar Rp500 juta di Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, dugaan eksploitasi anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap calon mempelai perempuan oleh pihak di sekitar sang anak.

Pihak Perlindungan Anak Pinrang, dalam hal ini Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pinrang, saat dikonfirmasi mengatakan saat ini untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendalami benar atau tidaknya, dugaan adanya ekploitasi anak dan KDRT alias kekerasan dalam rumah tangga.

"Saya sudah koordinasi pihak desa, setelah itu akan segera turun," ungkap Andi Bakhtiar Tombong, Kordinator P2TP2A Pinrang kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (26/11/2021)

Sesuai agenda, hari ini Jumat, 26 November 2021, pihak calon mempelai perempuan yang didampingi ayahnya akan diperiksa oleh pihak P2TP2A. 

"Besok (hari ini-red) dengan bapaknya mau ke kantor P2TP2A," ungkap Andi Bakhtiar.

Advokat Peradi tersebut mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang menambahkan bahwa calon mempelai perempuan masih duduk di bangku SMP pernah mengalami KDRT namun hal tersebut ingin diklarifikasi kebenarannya

"Makanya mau diperjelas," tulisnya.

Lebih lanjut, pria yang disapa Puang Bakhtiar tersebut mengelaborasi bahwa KDRT yang dimaksud adalah dugaan kekerasan psikis terhadap sang anak.

Menurut informasi yang diperoleh pihak Perlindungan Anak Pinrang, sejak kejadian tersebut viral, sang anak mengalami tekanan psikis yang mempengaruhi kesehariannya, termasuk dalam pendidikan

Dia mencontohkan bagaimana si calon mempelai perempuan yang masih duduk di bangku SMP diduga tidak pernah lagi masuk sekolah setelah kejadian tersebut. 

"Ada info yang berkembang,  sejak kejadian itu viral, sang anak tidak pernah lagi masuk sekolah," ungkap Andi Bakhtiar

Menurut Andi Bakhtiar,  bila hal tersebut benar,  maka sudah ada unsur eksploitasi anak dengan mengorbankan pendidikan sang anak. Terlebih rencana pernikahan sang siswi SMP tersebut diduga tanpa persetujuan sang anak atau seluruh anggota keluarga si anak.

"Sudah ada unsur mengorbankan pendidikan sang anak," tukas Andi Bakhtiar.

Mantan komisioner KPU Pinrang tersebut mengatakan bahwa apa yang sampai dan disampaikan berbagai pihak kepada P2TP2A senantiasa diapresiasi namun semuanya harus sesuai dengan undang undang yang berlaku.

"Kita perlu melakukan penilaian," ungkap Andi Bakhtiar.

Sementara itu, PEDOMANMEDIA yang berusaha memberikan hak jawab kepada pihak calon mempelai lelaki maupun perempuan belum mendapat jawaban hingga berita ini diturunkan, layanan telepon yang ditujukan kepada HD , maupun usaha hak jawab kepada HA belum memberi hasil.

Penulis: Ruknuddin

Editor : Amrin
#Perempuan Lamar Pria #Kabupaten Pinrang
Berikan Komentar Anda