Minggu, 28 November 2021 10:11

TOP SEPEKAN: NA: Bebaskan Saya Yang Mulia, Makassar Sweeping Vaksin 24 Desember

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Pada sidang pembacaan pledoi awal pekan lalu, Nurdin Abdullah dengan mata berkaca-kaca meminta majelis hakim membebaskannya.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kabar Gubernur Sulsel nonaktif HM Nurdin Abdullah (NA) membacakan nota pembelaan atau pledoi pribadi di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (23/11/2021) menjadi berita terfavorit pekan ini. Kabar tersebut berada di rating teratas TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA.

Satu berita lainnya juga mencatat tren yang sama. Yakni kabar rencana sweeping vaksin di Makassar mulai 24 Desember.

Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.

Baca Juga

Pada sidang pembacaan pledoi awal pekan lalu, Nurdin Abdullah dengan mata berkaca-kaca meminta majelis hakim membebaskannya.

“Saya memohon kepada yang mulia majelis hakim sebagai pintu terakhir penjaga keadilan, mohon bebaskan saya dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum,” pintanya. 

Ia sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh bawahannya yakni Eks Kabiro PBJ Sulsel, Sari Pudjiastuti (SP) dan Eks Sekdis PUTR Sulsel, Eddy Rahmat (ER). Ia mengaku tak menyangka kepercayaan yang diberikan kepada keduanya telah disalahgunakan.

“Saya tidak menyangka bahwa kepercayaan saya bertahun-tahun disalahgunakan oleh mereka (SP dan ER). Namun melalui pengadilan ini semua kesaksian para saksi membuka mata saya bahwa sistem di Pemprov Sulsel masih membutuhkan perbaikan,” ungkapnya.

Melalui pledoi pribadi tersebut, NA juga menyampaikan kerinduannya kepada masyarakat Sulsel. Ia berharap bisa kembali memimpin Sulsel dan menepati janjinya kepada masyarakat Sulsel. 

“Izinkan saya, kembali mengemban amanah masyarakat untuk melanjutkan pembangunan di Sulsel,” tegas Nurdin Abdullah. 

Salah satu impian NA adalah menuntaskan pembangunan Stadion Mattoangin yang telah ia inisiasi berstandar FIFA. 

“Salah satu mimpi saya, yaitu kembali mendengar riuhan teriakan dan tepuk tangan para pecinta sepak bola, ditemani dengan kilauan lampu di bangunan megah stadion kita bersama, Stadion Mattoanging,” sebutnya.

Selain itu, menurut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, masih banyak daerah terisolir yang membutuhkan akses jalan. Ia ingin menolong lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan. 

“Masyarakat kita di pulau banyak yang belum tersentuh dengan air bersih dan listrik. Izinkan saya untuk menyelesaikan janji-janji saya ke masyarakat, agar saya tidak perlu risau dengan pertanggung jawaban saya nanti di akhirat. Dan kita bisa mewariskan pembangunan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” jelasnya. 

Tak lupa dalam nota pembelaannya, Nurdin Abdullah juga menyampaikan kebiasaannya memberikan bantuan untuk pembangunan masjid. Hobi itu membuatnya dikenal oleh masyarakat sebagai pribadi yang cinta skan masjid, bantuannya merata hingga ke pulau terpencil.

“Membantu pembangunan mesjid adalah kebiasaan saya sejak dulu bahkan sebelum menjadi bupati. Sebelum membangun pabrik di KIMA, yang pertama saya bangun adalah mesjid untuk masyarakat dan karyawan. Bahkan mesjid di sekitar pabrik di wilayah kapasa pun kami bantu pembangunannya. Sebelum saya terpilih menjadi bupati Bantaeng pun, yang pertama saya bangun di Bantaeng adalah mesjid,” urainya.

“Saya adalah orang yang awam mengenai ilmu hukum, jika membangun mesjid adalah salah maka saya siap untuk dihukum,” sambung NA dengan tegas.

Di akhir pembacaan pledoi, NA mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Sulsel yang terus mengalir kepadanya dan keluarganya.

 

“Begitu besar perhatian masyarakat kepada kami, mulai dari dukungan melalui media sosial hingga menggelar dzikir bersama yang sungguh sangat menguatkan kami menjalani cobaan ini. Semoga tidak berlebihan apabila saya meminta doa sekali lagi, agar kita dapat kembali berjalan bergandengan bersama membangun Sulsel yang lebih baik,” tutup Nurdin Abdullah.

Sekadar diketahui, NA dituntut enam tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan.

Respons Warga Jelang 'Sweeping' Vaksin

Pemerintah Kota Makassar akan melakukan vaksinasi on the road. 'Sweeping' vaksin ini akan menyasar warga di jalan-jalan raya.

Kebijakan ini menuai beragam tanggapan. Sebagian warga berharap agar tidak ada unsur paksaan selama sweeping.

"Ya kalau bisa orang jangan dipaksakan. Ini tidak semua orang mau divaksin. Kalau setiap orang yang ditemui di jalan raya harus vaksin, wah itu namanya paksaan," ujar Alimin, warga Makassar, Sabtu (27/11/2021).

Vaksin on the road rencananya akan dimulai saat pemberlakuaan PPKM level 3 Nataru 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Vaksin akan menyasar warga di jalan jalan raya.

"Kita akan mulai persis saat PPKM level 3 (24 Desember). Jadi kami bukan hanya mencegah tapi juga memproteksi dari daerah sekitar yang belum vaksin lalu bercampur dengan orang vaksin. Tujuannya kan melindungi seluruh masyarakat Makassar," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, Rabu (24/11/2021).

Danny mengatakan, sweeping dilakukan untuk menekan mobilitas warga. Disebutkan Danny, saat momen Nataru ada potensi meningkatnya penularan Covid-19. Sebab di momen itu masyarakat lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, sehingga berpotensi terjadi kerumunan.

"Kami melihat pada Nataru nanti berpotensi akan terjadi peningkatan kasus. Vaksinasi on the road itu untuk mencegah terjadi penularan," katanya.

Danny berharap warga tetap menjaga protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah. Sebab disiplin menjadi salah satu upaya pencegahan paling efektif.

Aktivis Andi Tenri Farida mengatakan, sweeping vaksin di jalan tujuannya baik. Akan tetapi harus memperhatikan psikologi publik.

"Karena banyak sekali masyarakat yang masih sulit percaya vaksin. Jadi harus diedukasi dengan pendekatan humanis," kata Tenri.

Namun secara prinsip, ia tetap mendukung vaksinasi terus dikampanyekan. Asal jauh dari pendekatan pendekatan memaksa.

"Tidak boleh ada paksaan. Harus edukatif dan humanis," tandasnya.

Penulis : Supriadi - Nurjannah
Editor : Muh. Syakir
#Kasus Suap Nurdin Abdullah #Pledoi Nurdin Abdullah #Sweeping Vaksin Makassar
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer