Senin, 29 November 2021 23:48

Nurdin Abdullah Terbukti Korupsi, Divonis 5 Tahun Penjara

Terdakwa Nurdin Abdullah tertunduk saat mengikuti sidang vonis, Senin malam (29/11/2021).
Terdakwa Nurdin Abdullah tertunduk saat mengikuti sidang vonis, Senin malam (29/11/2021).

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nurdin Abdullah dituntut hukuman 6 tahun penjara oleh Jaksa KPK

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dijatuhi vonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin malam (29/12/2021). Nurdin Abdullah dinyatakan terbukti korupsi.

Dalam pembacaan vonis itu, majelis hakim juga mewajibkan Nurdin membayar denda Rp500 juta.

“Dengan mengadili, hingga menyatakan terdakwa Nurdin Abdullah telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Hakim Ibrahim Palino saat membacakan amar putusan itu.

Baca Juga

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp500 juta yang apabila tidak dibayarkan maka akan diganti dengan pidana empat bulan kurungan," imbuhnya.

Keputusan itu, kata hakim, pihaknya telah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan terdakwa.

Adapun keadaan yang memberatkan yakni, perbuatan terdakwa Nurdin Abdullah bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan terdakwa yakni belum pernah dihukum, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga yang perlu dinafkahi, terdakwa sopan dan kooperatif selama persidangan berlangsung dan tidak pernah bertingkah dengan macam-macam alasan yang mengakibatkan persidangan tidak lancar.

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimana, pada persidangan sebelumnya, Nurdin Abdullah dituntut hukuman 6 tahun penjara oleh Jaksa KPK. Jaksa juga meminta hakim menjatuhkan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Tuntutan dibacakan pada sidang di ruang Harifin Tumpa, Kamis, 15 November 2021, pekan lalu. Dalam amar surat tuntutannya, JPU berpendapat Nurdin Abdullah sebagai terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dan bersama-sama.

Dalam perkara itu, jaksa juga menuntut Nurdin membayar uang pengganti sebesar Rp 3 miliar. Juga, meminta hakim untuk mencabut hak politik Nurdin selama lima tahun setelah menjalani pidana.

JPU menjerat Nurdin dengan pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kemudian Pasal 12 B, Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Usai dibacakan tuntutannya oleh JPU, Nurdin Abdullah kemudian membacakan pembelaan atau pledoi pada Selasa, 23 November 2021. Nurdin meminta majelis hakim membebaskannya dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK.

Editor : Muh. Syakir
#Kasus Suap Nurdin Abdullah #Nurdin Abdullah Divonis #Jaksa KPK
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer